2 Oktober 2026
1x dibaca
Upacara Memperingati Hari pancasila 1 Oktober 2026
Upacara Hari Kesaktian Pancasila di SDIT Wahdatul Ummah Metro: Menanamkan Nilai Pancasila Sejak Dini
Metro, 1 Oktober 2026 — SDIT Wahdatul Ummah Metro melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan penuh khidmat pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para siswa, guru, dan seluruh warga sekolah sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai Pancasila sekaligus sarana menanamkan semangat kebangsaan kepada generasi muda.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala SDIT Wahdatul Ummah Metro, Ibu Fitriya Ningsih, S.Pd.I., bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pentingnya menjadikan Pancasila bukan hanya sebagai sesuatu yang dihafalkan, tetapi sebagai nilai yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Memaknai Hari Kesaktian Pancasila
Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober. Peringatan ini memiliki latar belakang sejarah yang berkaitan dengan peristiwa politik dan kekerasan pada 30 September–1 Oktober 1965 serta gugurnya sejumlah perwira TNI yang kemudian dikenang sebagai Pahlawan Revolusi. Pemerintah menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila melalui Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967.
Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang sejarah sekaligus meneguhkan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa. Pada peringatan tingkat nasional tahun 2026, pemerintah juga menempatkan momentum tersebut sebagai kesempatan untuk mengenang jasa para pahlawan dan meneguhkan Pancasila sebagai dasar serta ideologi bangsa.
Namun, bagi lingkungan sekolah, makna Hari Kesaktian Pancasila tidak berhenti pada mengenang sejarah. Peringatan ini menjadi kesempatan untuk mengajarkan kepada anak-anak bahwa nilai Pancasila harus terlihat melalui perilaku sehari-hari.
Pancasila dalam Kehidupan Siswa
Dalam amanatnya, Kepala SDIT Wahdatul Ummah Metro mengajak siswa untuk memahami Pancasila melalui hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan mereka.
Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dapat diwujudkan dengan rajin beribadah, berdoa, menghormati agama orang lain, serta bersyukur kepada Allah Swt.
Nilai kemanusiaan dapat diwujudkan dengan menyayangi teman, tidak melakukan perundungan, membantu teman yang mengalami kesulitan, dan menghormati guru serta orang tua.
Nilai persatuan dapat diwujudkan dengan tidak membeda-bedakan teman, bermain bersama dengan rukun, menjaga kekompakan kelas, dan mencintai tanah air.
Nilai musyawarah dapat diterapkan ketika siswa berdiskusi, menyampaikan pendapat dengan santun, serta menghargai pendapat teman.
Sementara itu, nilai keadilan sosial dapat diwujudkan dengan bersikap adil, mau berbagi, tidak mengambil hak orang lain, dan memperlakukan teman dengan baik.
Upacara Bukan Sekadar Seremonial
Pelaksanaan upacara Hari Kesaktian Pancasila di sekolah bukan sekadar kegiatan rutin atau seremonial. Upacara menjadi bagian dari pendidikan karakter yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang kedisiplinan, tanggung jawab, nasionalisme, penghormatan terhadap simbol negara, serta pentingnya kebersamaan.
Kementerian Pendidikan juga menekankan bahwa Pancasila dalam pendidikan tidak cukup hanya menjadi hafalan, tetapi perlu dihayati dan diwujudkan dalam karakter peserta didik.
Melalui upacara, siswa belajar untuk berdiri dengan tertib, mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat, menghormati bendera Merah Putih, menyanyikan lagu kebangsaan, serta mendengarkan amanat pembina upacara.
Hal-hal sederhana tersebut diharapkan menjadi kebiasaan yang membentuk karakter siswa.
Menanamkan Pancasila Sejak Dini
Sebagai lembaga pendidikan Islam, SDIT Wahdatul Ummah Metro memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki akhlak, karakter, dan rasa tanggung jawab sebagai warga negara.
Nilai-nilai Pancasila dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai keislaman. Sikap saling menghormati, tolong-menolong, menjaga persaudaraan, berlaku adil, berkata jujur, dan menghargai sesama merupakan nilai-nilai yang juga diajarkan dalam Islam.
Oleh karena itu, peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk mengajak siswa memahami bahwa menjadi anak Indonesia yang baik dapat dimulai dari hal-hal sederhana: rajin beribadah, menghormati orang tua dan guru, menyayangi teman, menjaga persatuan, berkata jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.
Menjadi Generasi Penerus Bangsa
Upacara Hari Kesaktian Pancasila di SDIT Wahdatul Ummah Metro diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman tentang sejarah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi muda.
Anak-anak yang hari ini berdiri mengikuti upacara merupakan generasi yang kelak akan melanjutkan kehidupan bangsa. Karena itu, menanamkan nilai Pancasila sejak usia sekolah dasar merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi yang berkarakter, cinta tanah air, menghargai sesama, dan mampu hidup dalam keberagaman.
Melalui momentum Hari Kesaktian Pancasila, SDIT Wahdatul Ummah Metro terus berkomitmen untuk membangun generasi yang cerdas, berakhlak, berkarakter, cinta tanah air, dan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi untuk diamalkan. Dimulai dari diri sendiri, dimulai dari hal-hal sederhana, dan dimulai sejak dini.”
Bagikan Artikel Ini:
Galeri Dokumentasi Artikel
Artikel Lainnya
Lihat Semua
SIMULASI GEMPA DI SEKOLAH: SIAP, SIAGA, SELAMAT Upaya Kecil yang Menyelamatkan Nyawa Besar di SDIT Wahdatul Ummah Metro
Barakallah, 28 Murid SDIT Wahdatul Ummah Metro Ikuti Ujian Tilawah Wafa
Selamat atas Kelulusan Sanad Al-Qur’an, Ustadzah Uswatun Hasanah
Pendidikan Agama Anak Dimulai dari Rumah
Tertarik bergabung?
Daftarkan putra-putri Anda melalui SPMB online sekarang.