Home » , , , » Pentingnya Mentoring Keislaman di SDIT WU

Pentingnya Mentoring Keislaman di SDIT WU

Written By Sdit WAHDATUL UMMAH on Kamis, 04 Februari 2016 | 23.05

 
Mentoring Keislaman

Salah satu kegiatan unggulan SDIT Wahdatul Ummah Metro adalah Mentoring Keislaman yang diberikan kepada peserta didik. Untuk kelas 1, 2 dan 3 dilaksanakan secara klasikal bersama guru kelas masing-masing pada hari Sabtu, sedangkan kelas 4, 5 dan 6 dilaksanakan pada hari Jumat setelah sholat Jumat dengan metode kelompok kecil dengan jumlah anggota 12 tiap kelompoknya dengan satu orang mentor/pembina/murobbi yang berasal dari guru atau mahasiswa yang aktif dalam kegiatan keislaman.
Kegiatan ini merupakan agenda wajib di seluruh Sekolah Islam Terpadu (SIT) di seluruh Indonesia yang tergabung dalam Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia.
Bahkan alumni dari SDIT Wahdatul Ummah Metro yang melanjutkan ke sekolah negeri/swasta yang tinggalnya tidak jauh dari SDIT Wahdatul Ummah Metro terus melanjutkan mentoringnya dengan guru SDIT Wahdatul Ummah Metro sambil menambah hafalan Al Qurannya.
Setidaknya ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dalam kegiatan ini, di antaranya :

1. Punya banyak teman,
Dengan ikut mentoring kita jadi punya banyak teman dan lebih hebatnya lagi kita tidak keliru memilih lingkungan pergaulan. Karena gaul kita adalah gaul yang bersih dan lurus. Jauh dari perbuatan-perbuatan buruk apalagi sampai melanggar hukum (narkoba dan sebagainya).  Karena teman-teman kita adalah mereka yang tidak akan menjerumuskan kita pada kerusakan melainkan mereka adalah teman sejati yang mengajak dan mengingatkan kita agar selalu pada jalan kebaikan. Asyikkan?
2. Bisa jadi tempat curhat,
Di mentoring kita mendapatkan tempat curhat. Kita dapat sharing tentang berbagai permasalahan baik yang bersifat umum maupun pribadi. Sehingga akan terasa ringan rasanya beban yang ada bila telah menceritakan permasalahannya pada orang lain. Dan mereka yang berada di mentoring merupakan mereka yang dapat dipercaya untuk menyimpan permasalahan kita serta memberikan solusi-solusi pemecahannya. Asyikkan?
3.  Membentuk kepribadian yang utuh.
Alhamdulillah, kita bisa lebih mengenal karakter pribadi kita dan kita dapat membenuk kepribadian kita agar menjadi pribadi yang utuh (sholeh) dan bermanfaat bagi sesama. Dengan memahami jati diri kita sebagai hamba Allah, kita akan lebih memahami akan makna hakiki dari kehidupan ini. Peran-peran hidup yang kita jalani dan apa tujuan kita hidup dimuka bumi ini. Kata lainnya jadi sering introspeksi diri. Asyikkan?
4. Hidup makin terarah
Mengapa tidak? Setiap pekan bahkan setiap saat kita selalu mendapatkan masukan dan nasehat (kontrol) bagi setiap aktifitas kita.  Ibarat seorang pengendara yang disetiap jalan ada petunjuk lalu lintas, tentunya akan mempermudah untuk mencapai tujuan. Dan tujuan hidup kita pun jadi semakin terarah bilamana kita sering mendapatkan rambu-rambu kehidupan. Dan ini hanya kita dapat di mentoring. Intinya kita selalu mendapat kontrol baik dari diri sendiri maupun dari orang lain.  Asyikkan?
5.  Mendapat wawasan keislaman
Di dalam kegiatan mentoring, pemahaman wawasan Islam, Alhamdulillah jadi bertambah, tidak hanya tahu tentang ibadah-ibadah yang sering dilakukan seperti shalat, puasa ramadhan dan sebagainya tetapi juga mendapatkan wawasan keislaman yang integral (utuh dan menyeluruh) yang dapat menjadi pedoman dalam mengarungi hidup ini, Asyikkan?
 6. Mendapatkan pahala.
So pasti, dengan ikut kegiatan mentoring berarti kita juga sedang menuntut ilmu. Dan tentunya curahan pahala dan rahmat akan selalu turun menyertai hambanya yang sedang menimba ilmu dan menambah wawasan ajaran-Nya. Pahala yang tidak pernah terputus karena salah satu amal yang pahalanya akan terus mengalir dan tidak pernah berhenti adalah ilmu yang bermanfaat. Asyikkan?
Mungkin ini hanyalah sebagian dari keasyikan-keasyikan kita dalam mengikuti mentoring. Keasyikan yang terkadang juga membuahkan hasil di masa depan, seperti kisah Faiz diatas. Atau kisah seorang ibu yang merasa bersyukur pernah aktif dikegiatan mentoring hingga dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis dari anaknya yang bersekolah di sebuah TK Islam. Sehingga sering kita mendengar ucapan, ”Alhamdulillah dulu saya ikut mentoring, coba kalau tidak, mungkin ....


Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Amar Fatkhalloh
Copyright © 2013. SDIT WAHDATUL UMMAH METRO - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by SDIT-WU Metro
Proudly powered by Tim IT SDIT Wahdatul Ummah Metro