Perpustakaan Tempat Favorit

Buku adalah jendela dunia. Dengan membacalah kita jadi tahu banyak hal. Hal itulah yang menjadi fokus pelayanan Perpustakaan SDIT Wahdatul Ummah Metro. Yakni, mendorong siswa untuk gemar membaca.
Sudah sekitar 3  tahun ini,perpustakaan ini memberlakukan peminjaman buku untuk siswa/i.
Pemberian label,pembuatan kartu peminjaman,penempatan buku sesuai tema/judul pun dilakukan. Hal itulah yang makin mempermudah sistem peminjaman buku.
Hal yang tidak kalah menariknya,perpustakaan juga senantiasa menambah koleksi bukunya secara berkala,serta tata dan desain ruang perpustakaan yang dibuat bernuansa ceria membuat siswa merasa nyaman.
Para siswa pun makin rajin ke perpustakaan karena koleksinya yang lengkap dan terus bertambah,terlebih lagi mereka bisa meminjamnya.
Yuk kunjungi perpustakaan kami.

Related Posts:

Parenting : Mendidik Anak di Era Gadget


SDIT Wahdatul Ummah Metro kembali menyelenggarakan Seminar parenting bagi orang tua dan guru pada Ahad, 28 Februari 2016 di Barokah Meeting Point dengan pembicara tunggal Bunda Kurnia dari Sygma dengan mengambil pokok bahasan " Mendidik Anak di Era Gadged"

Ayah bunda yang dirahmati Alllah SWT.....
Orang tua merupakan panutan sekaligus contoh bagi anak-anak. Mereka akan mengikuti apa yang orang tuanya lakukan.Oleh karena itu, orang tua harus menjadi cerminan yang baik bagi anaknya. Dalam mendidik anak tentunya orang tua harus mempunyai landasan yang jelas agar anak tumbuh berkembang dengan kepribadian yang holistik seimbang antara jiwa dan fisiknya.
Menjadi orang tua yang bijaksana dan bertanggungjawab terhadap perkembangan anak harus dibentuk dan tidak bisa begitu saja mengalir. Orang tua tidak hanya memberikan materi saja kepada anak akan tetapi dari segi moral pun anak memerlukan asupan dari orang tua.


Untuk membentuk karakter orang tua uggulan maka harus ada faktor-faktor yang mendukung keberhasilan menjadi orang tua diantaranya banyak membaca buku mengenai masalah pendidikan anak, perkaya informasi parenting melalui browsing di internet, dan melalui diskusi-diskusi seminar dengan tema keluarga.

Pentingnya pengetahuan parenting ini harus menjadi kebutuhan bagi setiap orang tua karena akan menentukan tumbuh kembang anak ke depannya. Saat ini banyak seminar-seminar mengenai parenting, seminar tersebut akan memberikan banyak manfaat bagi orang tua dalam memberikan pendidikan dan pengertian kepada anak.

Seiring dengan perkembangan waktu dan zaman, maka anak Anda tentunya akan sangat berbeda sekali zamannya dengan Anda ketika kecil.

Banyak fasilitas gadget yang telah menggeser permainan tradisional. Anak-anak lebih tertarik pada permainan play station sampai mereka lupa makan dan belajar karena keasyikan main. Selanjutnya dari segi komunikasi, anak-anak lebih menyukai berkomunikasi melalui jejaring sosial seperti twitter dan facebook.

Semua fenomena seperti ini harus diketahui dampak positif dan negatifnya oleh orang tua serta bagaimana dampaknya bagi tumbuh kembang anak.

Anda sebagai orang tua harus mempunyai strategi berkomunikasi yang baik dengan anak agar mereka merasa nyaman dengan Anda saat berkomunikasi, Anda memposisikan diri sebagai temannya sehingga anak dapat dengan terbuka mengungkapkan perasaannya kepada Anda.

Hal ini perlu dilakukan agar anak tidak cenderung lebih terbuka kepada orang lain apalagi jika anak Anda lebih nyaman menggungkapkan komunikasinya melalui jejaring sosial, Anda harus lebih intens lagi untuk membangun komunikasi dengan anak-anak. Dengan demikian pengetahuan parenting sangat baik sekali untuk diketahui oleh orang tua.














Related Posts:

Kalah Menang Itulah Hidup

Dalam event Gebyar JSIT Lampung 2016 yang dilaksanakan pada Sabtu, 27 Februari 2016 di SDIT Permata Bunda I Bandar Lampung, alhamdulillah semua kontingen SDIT Wahdatul Ummah Metro sudah berjuang sekuat tenaga dengan daya dan upaya. Namun, sebuah pertandingan memang harus ada the runner upnya, sehingga tidak semua membawa piala namun yang tidak membawa piala bukan berari kalah, namun kekalahan itu adalah jika tidak mampu bangkit dari jatuh. 
Berikut adalah nama-nama peraih juara dalam Gebyar JSIT 2016 :
🏆Juara Harapan 1 Microteaching: Bu Diah Susanti
🏆Juara 2 Olimpiade IPA: M.Ihsan Fauzi
🏆Juara 3 Olimpiade Bahasa Arab: M.Aslam
🏆Juara 3 Olimpiade Bahasa Inggris: M.Fatih Satrio
🏆Juara Harapan 2 OIkhlasul Amal Annaufall Annaufalaufal
🏆Juara Harapan 2 Olimpiade Bahasa IndoHappy Afif Ganda Saputriaputri Saputriaputri


Pak Kepsek (Sarifudin), Waka Kur ( FItriyaningsih), Bendahara BOS( Ahmad Burdah) dan peserta lomba

Related Posts:

Belajar Menyenangkan

Belajar mengajar bukanlah sebuah aktivitas yang gampang. Hal ini dikarenakan bahwa belajar itu memiliki tujuan yang luar biasa besarnya yaitu bukan sekedar mentransfer informasi, knowledge namun mentransfer spirit, mentransfer inspirasi dan menjadikan mereka bukan sekedar tahu, paham tetapi mereka mampu melaksanakan kebaikan, membiasakannya dan menjadikannya sebagai karakter hidup.
Tentunya ada hal yang harus diperhatikan dalam mendidik anak di antaranya :
  1. Kreatif
  2. Sabar
  3. Akrab
  4. Mandiri
  5. Berikan Reward
  6. Anak harus mencoba 
  7. Ramah
  8. Berbagi
  9. Menjadi Teladan
  10. Mencontohkan
Penjelasannya silahkan dijelaskan sendiri ya .....

Saling bercerita
Saling Berkomunikasi
Bekerjasama-diskusi
Belajar sambil lesehan
Bu Perwita bersama peserta didik

Related Posts:

Agar Anak Mandiri Saat Makan

 

Salah satu kebutuhan penting setiap manusia adalah makan. Sejak masih dalam kandungan pun, janin sudah mulai membutuhkan asupan makanan yang bergizi melalui perantara sang ibu. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian ASI setelah bayi lahir dan diperkenalkan dengan berbagai macam variasi makanan mulai dari yang masih lunak hingga padat.
Ketika buah hati Anda masih bayi, kegiatan menyuapi anak merupakan hal yang sangat wajar. Tapi pada waktunya nanti, seorang anak harus dituntut untuk dapat makan sendiri tanpa harus disuapi lagi oleh Anda selaku orang tua atau siapapun juga.
Mendidik anak untuk dapat belajar makan sendiri merupakan salah satu tahapan penting atau sejarah bagi seorang bayi dalam satu tahun pertamanya. Selain belajar berguling, duduk, kemudian berjalan dan berbicara, belajar untuk makan sendiri juga sangat berperan dalam mengembangkan kemandirian dan rasa percaya dirinya.
Oleh sebab itu, mendidik anak untuk belajar makan sendiri mulai sejak kecil sangatlah penting dan bukan proses yang mudah. Selain sabar dan telaten, Anda perlu beberapa tips untuk mendidik anak belajar makan sendiri. Berikut ini adalah Tips mendidik anak untuk belajar makan sendiri :
  1. Cuci bersih tangan dan semua perlengkapan makannya dengan sabun dan pastikan peralatan makan aman dan nyaman.
  2. Usahakan perlengkapan makan terbuat dari plastik yang aman dan kerkualitas dengan ujung yang bulat dan tidak tajam agar tidak dapat melukai buah hati Anda.
  3. Yakinkan bahwa buah hati merasa aman dan nyaman dengan kursi dan meja makannya.
  4. Lengkapi buah hati Anda dengan slabber bayi yang lucu, tisu, ataupun lap.
  5. Jika buah hati Anda belum terampil menggunakan sendok, biarkan ia menggunakan tangannya.
  6. Sambil ia belajar makan sendiri, tetaplah kita menyuapkan makanan yang telah disiapkan jika si anak males-malesan makan.
  7. Jangan memberikan makanan pada anak yang bertekstur keras dan susah dikunyah sehingga dapat menyebabkan tertelan secara utuh dan dapat menyumbat tenggorokan.
  8. Jangan lupa untuk memberikan hadiah tepuk tangan, pelukan atau kata-kata pujian apabila anak Anda sudah sanggup menghabiskan makanan yang disiapkan dan makan makanannya sendiri.
Perlu diingat agar tidak mengancam atau menakut-nakuti buah hati agar ia mau makan lebih banyak karena hal itu justru akan membuat anak merasa bahwa saat-saat makan merupakan waktu yang tidak menyenangkan. Janganlah ragu untuk mendidik anak makan sendiri. Biasakan memberinya makanan bergizi dan berikan Daharan Plus Herbal Suplemen, Kapsul Minyak Ikan Salmon atau Madu Syamil Dates Honey untuk menambah nafsu makan anak dan memenuhi kebutuhan gizi anak.

Sumber : http://pondokibu.com/tips-mendidik-anak-untuk-belajar-makan-sendiri.html

Related Posts:

Saat-Saat Doa Dikabulkan

 

Sungguh berbeda Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan makhluk-Nya. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Lihatlah manusia, ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati. Sedangkan Allah Ta’ala mencintai hamba yang meminta kepada-Nya. Sebagaimana perkataan seorang penyair:
الله يغضب إن تركت سؤاله  وبني آدم حين يسأل يغضب
Allah murka pada orang yang enggan meminta kepada-Nya, sedangkan manusia ketika diminta ia marah
Ya, Allah mencintai hamba yang berdoa kepada-Nya, bahkan karena cinta-Nya Allah memberi ‘bonus’ berupa ampunan dosa kepada hamba-Nya yang berdoa. Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi:
يا ابن آدم إنك ما دعوتني ورجوتني غفرت لك على ما كان منك ولا أبالي
Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku mengampuni dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu” (HR. At Tirmidzi, ia berkata: ‘Hadits hasan shahih’)
Sungguh Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan senantiasa membutuhkan akan Rahmat-Nya. Manusia tidak pernah lepas dari keinginan, yang baik maupun yang buruk. Bahkan jika seseorang menuliskan segala keinginannya dikertas, entah berapa lembar akan terpakai.
Maka kita tidak perlu heran jika Allah Ta’ala melaknat orang yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang yang demikian oleh Allah ‘Azza Wa Jalla disebut sebagai hamba yang sombong dan diancam dengan neraka Jahannam. Allah Ta’ala berfirman:
ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)
Ayat ini juga menunjukkan bahwa Allah Maha Pemurah terhadap hamba-Nya, karena hamba-Nya diperintahkan berdoa secara langsung kepada Allah tanpa melalui perantara dan dijamin akan dikabulkan. Sungguh Engkau Maha Pemurah Ya Rabb…

Berdoa Di Waktu Yang Tepat

Diantara usaha yang bisa kita upayakan agar doa kita dikabulkan oleh Allah Ta’ala adalah dengan memanfaatkan waktu-waktu tertentu yang dijanjikan oleh Allah bahwa doa ketika waktu-waktu tersebut  dikabulkan. Diantara waktu-waktu tersebut adalah:
1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir
Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa disepertiga malam yang terakhir. Allah Ta’ala berfirman tentang ciri-ciri orang yang bertaqwa, salah satunya:
وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون
Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan” (QS. Adz Dzariyat: 18)
Sepertiga malam yang paling akhir adalah waktu yang penuh berkah, sebab pada saat itu Rabb kita Subhanahu Wa Ta’ala turun ke langit dunia dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang berdoa ketika itu. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:
ينزل ربنا تبارك وتعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا ، حين يبقى ثلث الليل الآخر، يقول : من يدعوني فأستجيب له ، من يسألني فأعطيه ، من يستغفرني فأغفر له
Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari no.1145, Muslim no. 758)
Namun perlu dicatat, sifat ‘turun’ dalam hadits ini jangan sampai membuat kita membayangkan Allah Ta’ala turun sebagaimana manusia turun dari suatu tempat ke tempat lain. Karena tentu berbeda. Yang penting kita mengimani bahwa Allah Ta’ala turun ke langit dunia, karena yang berkata demikian adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam diberi julukan Ash shadiqul Mashduq (orang jujur yang diotentikasi kebenarannya oleh Allah), tanpa perlu mempertanyakan dan membayangkan bagaimana caranya.
Dari hadits ini jelas bahwa sepertiga malam yang akhir adalah waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak berdoa. Lebih lagi di bulan Ramadhan, bangun di sepertiga malam akhir bukanlah hal yang berat lagi karena bersamaan dengan waktu makan sahur. Oleh karena itu, manfaatkanlah sebaik-baiknya waktu tersebut untuk berdoa.
2. Ketika berbuka puasa
Waktu berbuka puasa pun merupakan waktu yang penuh keberkahan, karena diwaktu ini manusia merasakan salah satu kebahagiaan ibadah puasa, yaitu diperbolehkannya makan dan minum setelah seharian menahannya, sebagaimana hadits:
للصائم فرحتان : فرحة عند فطره و فرحة عند لقاء ربه
Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” (HR. Muslim, no.1151)
Keberkahan lain di waktu berbuka puasa adalah dikabulkannya doa orang yang telah berpuasa, sebagaimana sabda  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:
ثلاث لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والإمام العادل و المظلوم
‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)
Oleh karena itu, jangan lewatkan kesempatan baik ini untuk memohon apa saja yang termasuk kebaikan dunia dan kebaikan akhirat. Namun perlu diketahui, terdapat doa yang dianjurkan untuk diucapkan ketika berbuka puasa, yaitu doa berbuka puasa. Sebagaimana hadits
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله
Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka puasa membaca doa:
ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله
/Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah/
(‘Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, semoga pahala didapatkan. Insya Allah’)” (HR. Abu Daud no.2357, Ad Daruquthni 2/401, dihasankan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/232)
Adapun doa yang tersebar di masyarakat dengan lafazh berikut:
اللهم لك صمت و بك امنت و على رزقك افطرت برحمتك يا ارحم الراحمين
adalah hadits palsu, atau dengan kata lain, ini bukanlah hadits. Tidak terdapat di kitab hadits manapun. Sehingga kita tidak boleh meyakini doa ini sebagai hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.
Oleh karena itu, doa dengan lafazh ini dihukumi sama seperti ucapan orang biasa seperti saya dan anda. Sama kedudukannya seperti kita berdoa dengan kata-kata sendiri. Sehingga doa ini tidak boleh dipopulerkan apalagi dipatenkan sebagai doa berbuka puasa.
Memang ada hadits tentang doa berbuka puasa dengan lafazh yang mirip dengan doa tersebut, semisal:
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال : اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت فتقبل مني إنك أنت السميع العليم
“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka membaca doa: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu fataqabbal minni, innaka antas samii’ul ‘aliim
Dalam Al Futuhat Ar Rabbaniyyah (4/341), dinukil perkataan Ibnu Hajar Al Asqalani: “Hadits ini gharib, dan sanadnya lemah sekali”. Hadits ini juga di-dhaif-kan oleh Al Albani di Dhaif Al Jami’ (4350). Atau doa-doa yang lafazh-nya semisal hadits ini semuanya berkisar antara hadits dhaif atau munkar.
3. Ketika malam lailatul qadar
Malam lailatul qadar adalah malam diturunkannya Al Qur’an. Malam ini lebih utama dari 1000 bulan. Sebagaimana firmanAllah Ta’ala:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan” (QS. Al Qadr: 3)
Pada malam ini dianjurkan memperbanyak ibadah termasuk memperbanyak doa. Sebagaimana yang diceritakan oleh Ummul Mu’minin Aisyah Radhiallahu’anha:
قلت يا رسول الله أرأيت إن علمت أي ليلة ليلة القدر ما أقول فيها قال قولي اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني
“Aku bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda: Berdoalah:
اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni [‘Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku”]”(HR. Tirmidzi, 3513, Ibnu Majah, 3119, At Tirmidzi berkata: “Hasan Shahih”)
Pada hadits ini Ummul Mu’minin ‘Aisyah Radhiallahu’anha meminta diajarkan ucapan yang sebaiknya diamalkan ketika malam Lailatul Qadar. Namun ternyata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengajarkan lafadz doa. Ini menunjukkan bahwa pada malam Lailatul Qadar dianjurkan memperbanyak doa, terutama dengan lafadz yang diajarkan tersebut.
4. Ketika adzan berkumandang
Selain dianjurkan untuk menjawab adzan dengan lafazh yang sama, saat adzan dikumandangkan pun termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa.  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا
Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)
5. Di antara adzan dan iqamah
Waktu jeda antara adzan dan iqamah adalah juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:
الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة
Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”)
Dengan demikian jelaslah bahwa amalan yang dianjurkan antara adzan dan iqamah adalah berdoa, bukan shalawatan, atau membaca murattal dengan suara keras, misalnya dengan menggunakan mikrofon. Selain tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah  Shallallahu’alaihi Wasallam, amalan-amalan tersebut dapat mengganggu orang yang berdzikir atau sedang shalat sunnah. Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
لا إن كلكم مناج ربه فلا يؤذين بعضكم بعضا ولا يرفع بعضكم على بعض في القراءة أو قال في الصلاة
Ketahuilah, kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka janganlah saling mengganggu satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Al Qur’an,’ atau beliau berkata, ‘Dalam shalat’,” (HR. Abu Daud no.1332, Ahmad, 430, dishahihkan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Nata-ijul Afkar, 2/16).
Selain itu, orang yang shalawatan atau membaca Al Qur’an dengan suara keras di waktu jeda ini, telah meninggalkan amalan yang di anjurkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, yaitu berdoa. Padahal ini adalah kesempatan yang bagus untuk memohon kepada Allah segala sesuatu yang ia inginkan. Sungguh merugi jika ia melewatkannya.
6. Ketika sedang sujud dalam shalat
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد . فأكثروا الدعا
Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482)
7. Ketika sebelum salam pada shalat wajib
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
قيل يا رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الدعاء أسمع قال جوف الليل الآخر ودبر الصلوات المكتوبات
Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Diakhir malam dan diakhir shalat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499)
Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Zaadul Ma’ad (1/305) menjelaskan bahwa yang dimaksud ‘akhir shalat wajib’ adalah sebelum salam. Dan tidak terdapat riwayat bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabat merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib. Ahli fiqih masa kini, Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah berkata: “Apakah berdoa setelah shalat itu disyariatkan atau tidak? Jawabannya: tidak disyariatkan. Karena Allah Ta’ala berfirman:
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ
Jika engkau selesai shalat, berdzikirlah” (QS. An Nisa: 103). Allah berfirman ‘berdzikirlah’, bukan ‘berdoalah’. Maka setelah shalat bukanlah waktu untuk berdoa, melainkan sebelum salam” (Fatawa Ibnu Utsaimin, 15/216).
Namun sungguh disayangkan kebanyakan kaum muslimin merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib yang sebenarnya tidak disyariatkan, kemudian justru meninggalkan waktu-waktu mustajab yang disyariatkan yaitu diantara adzan dan iqamah, ketika adzan, ketika sujud dan sebelum salam.
8. Di hari Jum’at
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر يوم الجمعة ، فقال : فيه ساعة ، لا يوافقها عبد مسلم ، وهو قائم يصلي ، يسأل الله تعالى شيئا ، إلا أعطاه إياه . وأشار بيده يقللها
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari  Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu)
Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari ketika menjelaskan hadits ini beliau menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 4 pendapat yang kuat.
Pendapat pertama, yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at, berdasarkan hadits:
هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة
Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai” (HR. Muslim, 853 dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari Radhiallahu’anhu).
Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, An Nawawi, Al Qurthubi, Ibnul Arabi dan Al Baihaqi.
Pendapat kedua, yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:
يوم الجمعة ثنتا عشرة يريد ساعة لا يوجد مسلم يسأل الله عز وجل شيئا إلا أتاه الله عز وجل فالتمسوها آخر ساعة بعد العصر
Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar” (HR. Abu Daud, no.1048 dari sahabat Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu. Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud). Pendapat ini dipilih oleh At Tirmidzi, dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Pendapat ini yang lebih masyhur dikalangan para ulama.
Pendapat ketiga, yaitu setelah ashar, namun diakhir-akhir hari Jum’at. Pendapat ini didasari oleh riwayat dari Abi Salamah. Ishaq bin Rahawaih, At Thurthusi, Ibnul Zamlakani menguatkan pendapat ini.
Pendapat keempat, yang juga dikuatkan oleh Ibnu Hajar sendiri, yaitu menggabungkan semua pendapat yang ada. Ibnu ‘Abdil Barr berkata: “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”. Dengan demikian seseorang akan lebih memperbanyak doanya di hari Jum’at tidak pada beberapa waktu tertentu saja. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu ‘Abdil Barr.
9. Ketika turun hujan
Hujan adalah nikmat Allah Ta’ala. Oleh karena itu tidak boleh mencelanya. Sebagian orang merasa jengkel dengan turunnya hujan, padahal yang menurunkan hujan tidak lain adalah Allah Ta’ala. Oleh karena itu, daripada tenggelam dalam rasa jengkel lebih baik memanfaatkan waktu hujan untuk berdoa memohon apa yang diinginkan kepada Allah Ta’ala:
ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر
Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)
10. Hari Rabu antara Dzuhur dan Ashar
Sunnah ini belum diketahui oleh kebanyakan kaum muslimin, yaitu dikabulkannya doa diantara shalat Zhuhur dan Ashar dihari Rabu. Ini diceritakan oleh Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu:
أن النبي صلى الله عليه وسلم دعا في مسجد الفتح ثلاثا يوم الاثنين، ويوم الثلاثاء، ويوم الأربعاء، فاستُجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين فعُرِفَ البِشْرُ في وجهه
قال جابر: فلم ينزل بي أمر مهمٌّ غليظ إِلاّ توخَّيْتُ تلك الساعة فأدعو فيها فأعرف الإجابة
Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam berdoa di Masjid Al Fath 3 kali, yaitu hari Senin, Selasa dan Rabu. Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara dua shalat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau. Berkata Jabir : ‘Tidaklah suatu perkara penting yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk berdoa,dan saya mendapati dikabulkannya doa saya‘”
Dalam riwayat lain:
فاستجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين الظهر والعصر
Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu di antara shalat Zhuhur dan Ashar” (HR. Ahmad, no. 14603, Al Haitsami dalam Majma Az Zawaid, 4/15, berkata: “Semua perawinya tsiqah”, juga dishahihkan Al Albani di Shahih At Targhib, 1185)
11. Ketika Hari Arafah
Hari Arafah adalah hari ketika para jama’ah haji melakukan wukuf di Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut dianjurkan memperbanyak doa, baik bagi jama’ah haji maupun bagi seluruh kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sebab Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
خير الدعاء دعاء يوم عرفة
Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah” (HR. At Tirmidzi, 3585. Di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)
12. Ketika Perang Berkecamuk
Salah satu keutamaan pergi ke medan perang dalam rangka berjihad di jalan Allah adalah doa dari orang yang berperang di jalan Allah ketika perang sedang berkecamuk, diijabah oleh Allah Ta’ala. Dalilnya adalah hadits yang sudah disebutkan di atas:
ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا
Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)
13. Ketika Meminum Air Zam-zam
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
ماء زمزم لما شرب له
Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya” (HR. Ibnu Majah, 2/1018. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah, 2502)
Demikian uraian mengenai waktu-waktu yang paling dianjurkan untuk berdoa. Mudah-mudahan Allah Ta’ala mengabulkan doa-doa kita dan menerima amal ibadah kita.
Amiin Ya Mujiibas Sa’iliin.

Sumber :https://muslim.or.id/3853-waktu-waktu-terkabulnya-doa.html

Related Posts:

Life Skill : Membuat Wadah Pensil

Barang bekas, tidak selalu menjadi bekas jika di tangan orang-orang kreatif. Kali ini, anak-anak kelas II SDIT Wahdatul Ummah Metro memanfaatkan barang bekas berupa gelas air mineral dirias sedemikian rupa dengan kain flanel sehingga nampak indah untuk wadah pensil, pena, pewarna dll.


#‎tempatpensil‬

Related Posts:

SDIT WU : Juara Umum FASTER 2016

Dalam perlombaan ada menang kalah, namun pada hakekatnya yang kalah tidaklah kalah, hanya belum berkesempatan untuk meraih yang pertama. Maka, manajemen kemenangan harus ditanamkan dalam diri setiap peserta didik sebagaimana dalam Surat An Nashr bahwa setiap kemenangan harus dihiasi dengan tasbih, tahmid dan istighfar. Sungguh indah ajaran ini karena sesungguhnya kemenangan itu akan terjadi atas ijin Allah SWT sehingga harus mensucikan dan memuliakan Allah SWT serta bisa jadi dalam pertandingan itu dan setelahnya terjadi kemaksiatan maka dibersihkan dengan istighfar.
Kali ini, dalam event FASTER yang gelar oleh SMPIT Insan Mulia Batanghari Lampung Timur. Dan, alhamdulillah kali kedua ini SDIT Wahdatul Ummah Metro mendapat Juara Umum FASTER 2016 setelah setahun lalu menjadi juara umum.
Semua adalah atas karunia Allah SWT dan campur tangan manusia terutama para pembimbingnya dan tentunya usaha keras para pesertanya. Berikut adalah para pemenangnya :
  1. Juara 1 Tahfizh : Salwa Nur Fadhila(harapan bu Lina Eni.jadi nyata) 
  2. Juara 1 Adzan : Revan M Khalid 
  3. Juara 2 adzan : M.Rizki Firdaus. 
  4. Juara 3 Kaligrafi : Syamil Akrom 
  5. Juara 1 Dai Cilik :  Arrosida Ratu Aqila 
  6. Juara 3 Puisi Islami : Arifah Chairani 
  7. Juara 1 SKJ. 
  8. Juara 3 Futsal 
Semoga menjadi anak yg bagus akhlaknya, cerdas dan kuat fisiknya.


Ketua Yayasan Insan Mulia Menyerahkan Piala


Related Posts:

Sang Juara Tae Kwon Do

Muslim yang sempurna salah satunya harus memiliki  kekuatan iman dan tentunya kekuatan fisik yang dalam istilah Standar Kelulusannya adalah Qawwiyul Jism ( Kuat Jasadnya ).
Dalam event olahraga Tae Kwon Do Saburai Cup tahun 2016, 3 Juara Tae kwon do dari SDIT Wahdatul Ummah Metro menyabet piala :
Alhamdulillah, Saburai cup provinsi lampung. 13-14 februari 2016. Barokallah....
1.Sadam dan Masyfa Azelia Juara 1 Pomsee.
2.Ernestho Akbar Mangun Aldanu juara 2 kelompok feather.
3.M.Rizki Firdaus juara 2 kelompok umur.

Wakakur Bu Fitri menerima piala ( MAsfa Azelia )

Kepsek pak Sarifudin menerima piala ( Danu kelas 5 )

Firdaus kelas 4

Related Posts:

Menganyam : Melatih Kesabaran

Life skill kali ini adalah menganyam dengan menggunakan kertas warna. Bukan bagusnya, tapi yang dinilai kesabaran dan ketelitian sehingga menjadi bagus hasilnya.
Semangat....
apa yang dinilai?
‪#‎Kesabaran_dan_kerapihan‬
yang sabar ya nak... smile emoticon
Lifeskill_kelas_2_sdit_wu_metro

Telaten Menganyam

Telaten Menganyam

Semangat Menganyam

Telaten Menganyam

Telaten Menganyam, tak kenal lelah

Saling membantu dan menolong

Ini hasilnya

Related Posts:

Mentoring Keislaman : Membentuk Kepribadian Muslim

Membentuk kepribadian muslim harus sejak dini. Hal ini dilakukan karena usia anak-anak adalah usia emas yang harus diisi dengan hal-hal yang mampu memberikan mereka semangat dan membuat mereka yakin serta bangga dengan keberislamannya. Karakter dan budaya kebaikan harus dibiasakan dan membiasakannya perlu wadah kecil agar semua bisa terkontrol dengan baik.
Di SDIT Wahdatul Ummah Metro menerapkan kelompok kecil dalam rangka membiasakan dan mengkotrol aktivitas keislamannya yang dikenal dengan mentoring keislaman. Anak-anak biasanya menyebut dengan liqo yang artinya pertemuan.


Mentoring  Keislaman

Mentoring  Keislaman

Mentoring  Keislaman

Related Posts:

Mengeksplorasi Manfaat Tunas Kelapa pada Lambang Pramuka

Kegiatan pramuka itu menyenangkan. Tidak harus di indoor atau di dalam kelas. Bahkan, Baden Powell mengatakan bahwa kegiatan pramuka itu dilaksanakan di luar kelas. Artinya, semua materi yang diberikan itu diberikan di luar kelas dalam bentuk metode kreatif.
Kali ini adik - adik pramuka ini sedang mengeksplorasi manfaat kelapa dalam kehidupan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui falsafah penggunaan tunas kelapa sebagai lambang Gerakan Pramuka.




















Related Posts: