SDIT Wahdatul Ummah Metro : Rapling saat Outbond


Repling adalah kebalikan dari prusiking, kalau prusik keatas sekarang kebawah dengan bantuan figur dari sebuah ketinggian. Dalam repling juga ada beberapa seni mulai dari yang biasa duduk sampai yang kepala di bawah atau yang seperti para pak tentara tentara.
Berikut adalah kegiatan rapling anak SDIT Wahdatul Ummah Metro saat outbond.

Related Posts:

Tari Sembah : Tari Penyambutan Tamu

Peserta Tari dari SDIT Wahdatul Ummah Metro

Tari sigeh pengunten (siger penguntin) merupakan salah satu tari kreasi baru dari daerah Lampung. Tari ini merupakan pengembangan dari tari sembah yang merupakan tari tradisi asli masyarakat Lampung. Melalui Peraturan Daerah, tari sigeh pengunten diresmikan sebagai tarian Lampung dalam penyambutan tamu penting. Koreografi tari ini juga mengambil unsur dari berbagai tari tradisional Lampung untuk merepresentasikan budaya Lampung yang beragam. Tari sembah telah umum ditampilkan sebagai bagian dari ritual penyambutan tamu dalam acara-acara resmi seperti prosesi pernikahan. Tari ini menggambarkan ekspresi kegembiraan atas kedatangan para tamu undangan. Selain itu, makna esensial dari tari ini merupakan bentuk penghormatan kepada para tamu undangan yang hadir. Dalam tari ini, para penari mengekspresikan hal tersebut dalam rangkaian gerakan yang luwes, ramah, dan penuh kehangatan. Proses lahirnya tari sigeh pengunten tak lepas dari realitas budaya Lampung yang terdikotomi menjadi Pepadun dan Peminggir. Kedua adat yang memiliki kekhasan tersendiri sama-sama merasa paling layak merepresentasikan Lampung. Tari sigeh pengunten merupakan sintesis dari dua indentitas kebudayaan yang ada di Lampung. Tari ini menyerap gerak tarian baik dari adat Pepadun maupun adat Peminggir menjadi satu kesatuan yang harmonis dan dapat diterima masyarakat luas. Salah satu ciri dalam tari sigeh pengunten yang merupakan unsur asli dari tari sembah adalah aksesori yang dikenakan para penari. Sesuai namanya, aksesori utama yang digunakan adalah siger – mahkota berwarna emas yang telah menjadi identitas daerah Lampung. Aksesori lain yang digunakan pada jemari tangan penari sigeh pengunten adalah tanggai, yaitu penutup jari berbentuk kerucut berwarna emas. Selain kedua aksesori tadi, penari sigeh pengunten juga mengenakan papan jajar, gelang kano, gelang burung, kalung buah jukum, dan pending. [Ardee/IndonesiaKaya]

Related Posts:

Siswi Ekskul Menulis Jadi Finalis Lomba Mendongeng dan Suporter Terbaik Oskadon

Sabtu 5 Desember 2015,siswi ekskul menulis SDIT Wahdatul Ummah Metro, menjadi finalis dalam Lomba Mendongeng dan Suporter Terbaik Yang diadakan Oskadon di Giant Antasari, Bandar Lampung.
Mereka adalah:Safina Rahadatul Aisy( pendongeng),Mutiara Fani, Daffa Azka Zhafira dan Arifah Chairany.

Walau belum berhasil menjadi pemenang, namun ini menjadi pengalaman amat berharga bagi mereka,karena di lomba ini kemampuan berbicara(public speaking) mereka menjadi makin terasah.

Related Posts:

Bakat Anak terus Diasah

Passion akan tidak Bisa berkembang dengan baik saat tanpa adanya iringan untuk mmbuatnya mnjadi lebih optimal. Demikian hal nya saat kcerdasan linguistics yang dimiliki seseorang tidak dibarengi dengan kegiatan positif yang mndukungnya....
Dengan bergabungnya siswa/i Sdit Wahdatul Ummah dalam ekskul pildacil, akan mngasah kmmpuan siswa dlm brbicara, mmbngung rasa percaya diri, dan pengembangan kosa kata.
Semoga akan banyak terlahir generasi. Muda bangsa ini, yang memfungsikan kecerdasan linguistics nya untuk terus mmbngun negeri.... 







Related Posts:

Sanksi Edukatif

"Sanksi Edukatif"
Agenda malam ini mendampingi ananda belajar PKN..eh nemu ini...
Merasa bangga dengan jawaban di soal no.5...
Guru SDIT WU tentu yang patut di acungi 2 jempol deh...Terima kasih sudah menanamkan nilai...selaku orangtua semakin percaya menitipkan ananda kami.
Pesan untuk kita semua selaku pendidik bahwa " kayu dan ucapan yang menyakitkan hati tidak akan menjamin seseorang menjadi baik", Masih banyak senjata ampuh yang bisa digunakan untuk mendisiplinkan anak, selain dari sanksi fisik yang tidak hanya melukai fisik anak saja tetapi juga psikis.

sumber : https://www.facebook.com/iswatie.adza?fref=ufi
 

Related Posts: