Membentuk Kepribadian Sosial Melalui Outbond

Kembali, SDIT Wahdatul Ummah Metro setelah melakukan Out Bound untuk kelas 1, 2 dan 3 pada beberapa pekan lalu ( klik di sini beritanya ), kini saatnya untuk kelas 4, 5 dan 6. Hal ini dilakukan sebagai bentuk proses pendidikan di luar kelas ( out dooor ) dalam rangka membentuk karakter dan kepribadian sosial mereka. Keperibadian sosial merupakan kecerdasan yang harus dimiliki oleh setiap orang beriman. Dengan kecerdasan ini manusia dapat menerima dan diterima oleh orang lain di sekitarnya.
Spider Web
Spider Web
Water Estafet
Pipa Bocor
Pipa Bocor
Spider Web
Spider Web
Human Remote Control

Related Posts:

Belajar IPA Menyenangkan

Sumber : https://senangbelajaripa.files.wordpress.com/
 Pendidikan merupakan suatu usaha orang dewasa dalam membimbing anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaan. Pendidikan bertujuan untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan, sikap, serta keterampilan. Pendidikan yang bermutu akan menghasilkan manusia yang berkarakter dan berdaya saing. Upaya untuk menciptakan pendidikan yang bermutu yaitu dengan menciptakan pembelajaran yang kreatif, inspiratif, menyenangkan dan memotivasi peserta didik, sehingga dapat berperan aktif dalam pembelajaran tersebut. Peserta didik juga diberi keleluasaan dalam mengembangkan kreatifitas dalam menciptakan/melakukan sesuatu sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik

Setidaknya terdapat lima prinsip pembelajaran IPA di SD yang selanjutnya dapat menjadi dasar pemahaman tentang pembelajaran IPA  yang menyenangkan :

Pemahaman tentang dunia di sekitar kita dimulai dari pengalaman baik secara indrawi ataupun nonindrawi.  
Pengetahuan yang diperoleh tidak pernah terlihat secara langsung sehingga perlu diungkap selama proses pembelajaran. 
Pengetahuan pengalaman siswa kurang konsisten dengan pengetahuan para ilmuwan, atau pengetahuan yang guru miliki.
Dalam setiap pengetahuan mengandung fakta, data, konsep, lambang, dan relasi dengan konsep yang lain. 
IPA terdiri dari produk, proses dan prosedur.
Dan beginilah belajar IPA kelas 2 Al Infithar bersama bu Perwita Sari, S.Pd.I bersama bu Lia Lusiyana, S.Pd.I.


 

Related Posts:

Mendidik Anak Mahir Berzikir


MEndidik anak untuk pandai dan mengamalkan zikir tentunya menjadi impian bersama setiap orang tua. Terutama anak-anaknya yang sekolah di SDIT Wahdatul Ummah Metro. Oleh karenanya, perlu dicermati bagaimana hukum mendidik anak berzikir. Berikut adalah buku ZIKIR Untuk Anak-anak :


Sebuah keluarga pergi ke padang pasir untuk tamasya. Ketika mereka telah tiba di sebuah tempat, sang anak langsung berlarian dengan gembiranya. Namun ternyata dia tampak segera kembali untuk bertanya kepada ibunya, "Apakah zikir yang dibaca di tempat seperti ini?"
Sebagaimana diketahui bahwa zikir yang dimaksud adalah yang terdapat riwayat dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, bahwa Khaulah binti Hakim radhiallahu anha berkata,
"Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Siapa yang singgah di sebuah tempat, lalu membaca,
أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق
"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang Dia ciptakan,"
Niscaya tidak ada sesuatupun yang membahayakannya hingga dia beranjak dari tempat singgahnya tersebut." (HR. Muslim)
Sesungguhnya sang anak tersebut merasakan bahwa seorang muslim memiliki zikir tertentu, sebagian ada yang

khusus pada waktu tertentu dan sebagian lagi ada yang khusus pada tempat tertentu, dan begitulah seterusnya. Anak tersebut telah mengetahui hakekat hubungannya dengan Tuhannya yang bersifat terus menerus sebagaimana diajarkan orang tuanya kepadanya. Jika sang anak terdidik dengan hal tersebut, dengan izin Allah dia akan menjadi anak yang saleh dan akan memiliki pengaruh bagi dirinya dan teman-temannya serta siapa saja yang memiliki hubungan dengannya.
Di antara kisah tentang bagaimana jika seorang anak tumbuh bersama zikir dan membangun hubungan kepada Allah Ta'ala: Suatu hari seorang anak yang masih kecil berusia 4 tahun datang menemui ibunya dengan pakaian baru. Kakak perempuannya yang sudah baligh dan berusia 13 tahun yang memakaikannya. Maka sang ibu berkata kepada anaknya, "Mari aku bacakan untukmu doa memakai pakaian baru." Sang anak menjawab, "Aku sudah membacanya." Sang ibu heran, sebab setahu dia anaknya tersebut belum menghafal doa itu. Tapi sang anak kemudian berkata, "Kakak telah membacakan doa tersebut dan aku mengikutinya." Perhatikan, bagaiman kesalehan seorang gadis memiliki pengaruh terhadap saudara-saudaranya yang masih kecil.
Silahkan Download DISINI atau DISINI

Related Posts:

Membentuk Karakter Anak dengan Outbound




 Sabtu, 11 April 2015 suasana SDIT Wahdatul Ummah Metro sepi. Apakah libur ? Ternyata tidak. Peserta didik kelas 1, 2  dan 3 berbondong-bondong ke Stadion 24 Tejosari untuk melaksanakan kegiatan Outbound rutin sedangkan kelas 4,5 dan 6 belajar di rumah. Semua orang tua mengantarkan putra-putrinya dengan senang hati ke lokasi kegiatan. Dari 375 peserta didik yang mengikuti kegiatan terdiri dari 170 Putra dan 187 putri.mereka terbagi dalam 24 kelompok putra dan putri (12 putra dan 12 putri ). Mereka terlihat senang sekali dengan membawa perbekalan makanan, slayer, topi lapangan dan minuman.
“ Mereka semua akan merasakan 12 macam games yang berbeda-beda dengan teknik racing (tandingan) antar kelompok dan ke-12 macam games tersebut mulai dari low, midle dan high impact dari jam 08.00 – 11.30 WIB” terang ketua pelaksana kegiatan Ahmad Burdah.
Dari 12 jenis game yang diberikan terdiri dari low impact ( Water Estafet, Ball Estafet, King Navigation, Human Remote Control), midle impact ( Trust Fall, Tarzan, ulat Bulu, Keretar Api Buta ) dan High impact (Pipa Bocor, Blind Walk, halang rintang).
Semua jenis games dimaksudkan untuk membangun dan membentuk karakter pada anak, sebagaimana yang disampaikan oleh Waka Kesiswaan, Naniatul Fauzah, S.Si “ Salah satu cara membentuk karakter pada diri anak adalah dengan outbound ini. Bekerjasama, menerima kekurangan orang lain, bersabar, percaya diri, komunikasi, menghargai, disiplin, berani, berfikir cepat dan tanggungjawab serta karakter lainnya.”
Membangun karakter itu cukup sulit, karena karakter itu muncul dari kebiasaan. “ Karakter akan terbentuk dari habituation atau pembiasaan hal-hal yang baik dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di rumah dan lingkungannya, selain itu keteladanan adalah nomor satu ” ucap Amar Fatkhalloh, S.Pd.I Kepala SDIT Wahdatul Ummah Metro.
Menurutnya, kegiatan ini dilaksanakan memang sudah menjadi program sekolah tahunan dan insya Allah pekan depan gantian untuk kelas 4, 5 dan 6 yang akan melaksanakan Outbound tersebut.






Related Posts:

Melatih Kerja Sama Anak

Hidup manusia tidaklah sendiri, karena manusia dicipta untuk bersama-sama dengan manusia dan lingkungannya. Keberhasilan dalam hidup juga tidak lepas atas peran serta orang lain. Belajar menghargai, menuangkan usulan, ide dan menerima pendapat orang lain adalah salah satu karakter yang harus dimunculkan oleh siapapun yang mengaku orang hidup. Belajar itu harus dimulai sejak dini.
Menyelesaikan Masalah dengan Bekerjasama

Bekerjasama Menyelesaikan Problem

Related Posts:

Belajar Bangun Datar Menyenangkan

Matematika, huem....... susah.......
Semua serba ngitung, logika dan ngukur. Wah kalau gurunya gak pinter dan kreatif, mesti anak-anaknya pada gak nyambung. Alhamdulillah, anak-anak ini senang dan mudah menerima pelajaran tentang Bangun Datar di kelas 2 yang diampu oleh Bu Perwita, S.Pd.I
Enak belajar dengan Bu Wita
Anak-anak diajak untuk moton-motong dan nyusun potongan lalu ngukur pake penggaris dan seterusnya. Pokoe asik......

Related Posts:

Pengaruh Drama Remaja di TV

Dulu saya pernah menulis tentang acara televisi yang memberikan manfaat ataupun yang memberikan mudhorot terutama bagi perkembangan pola fikir dan psikologis anak-anak SD. Dan, beberapa hari yang lalu kejadian lagi seorang anak laki-laki kelas 4 memberikan bunga kepada anak perempuan kelas 4 dan menyatakan cintanya. Lalu kejadian lagi seorang anak laki-laki kelas 4 lagi memberikan spucuk surat dilampiri dengan uang 2000 rupiah sebagai tanda cintanya. Isi surat itu sangat puitis sekali dan membuat kita ternganga. Benarkah itu idenya ataukan ide orang lain. Berikut surat itu setelah saya scan :

Asli tulisan anak tersebut dan di atas kiri ada nama pengirimnya

Dan berikut ada sebuah artikel dari https://ucihasantoso.wordpress.com/2012/08/05/pengaruh-tayangan-televisi-terhadap-pola-pikir-remaja/ yang bisa menjadi bacaan bagi kita :
================================================================

Acara TV
            Televisi menawarkan bermacam tayangan pada para pemirsanya. Mulai dari acara anak-anak, berita, acara musik, komedi, infotainment, reality show, sinetron, siaran olah raga, ceramah agama, iklan, sampai film layar lebar. Semua punya tujuan masing-masing. Tapi satu kesamaan di antara mereka, yaitu berlomba merebut hati penonton. Salah satu ciri khas tayangan TV Indonesia adalah “Overekspos”. Seperti OVJ dan sinetron Putih Abu Abu di SCTV yang terus-menerus tayang selagi ratingnya tinggi. Hal ini juga pernah terjadi pada reality show Termehek Mehek.
            Sinetron dan beberapa reality show Indonesia memiliki cacat logis. Seperti Termehek Mehek yang jumlah hari dalam satu episode bisa lebih dari tujuh. Di mana jika dihitung kasar, dua episodenya seminggu akan sama dengan 14 hari. Lalu, jika jumlah hari dalam setahun (365) dibagi 14. Maka akan didapat angka 26 minggu—yang sama dengan 6,5 bulan. Pertanyaanya, kapan mereka shooting? Acara ini makin kelihatan janggal dengan tidak terteranya tanggal kejadian. Melainkan hanya menuliskan hari 1, 2, 3, dst.
Banyaknya pengakuan memalukan—terang-terangan—para klien dan targetnya menambah konyol acara ini. Ada yang mengaku hamil, punya istri lagi, bangga jadi anak durhaka di depan kamera, ketahuan gay—tanpa mukanya disensor, dll. Tidak mungkin orang tidak menuntut jika aibnya diumbar. Keganjilan tidak berhenti sampai di situ. Bila dicermati maka, kita akan sadar bahwa volume suara seseorang dalam acara ini saat jauh dan dekat sama/konsisten. Ini tidak mungkin terjadi bila mereka memang langsung menangkap suara dari sumbernya. Kecuali kalau mereka sudah memasang microphone sebelumnya.
Lanjut ke reality show kedua Marry Me yang juga tidak mendidik. Jika penekananya pada kata menikah (Marry). Kenapa justru yang jadi tontonan adalah cara melamarnya? Di sini tidak ditayangkan pandangan dari sudut kedua pihak orang tua. Tidak juga ditunjukan tata cara bicara pada wali si perempuan. Tidak ada konseling pernikahan. Tidak ada musyawarah keluarga. Juga tidak diketahui kapan pastinya mereka akan menikah. Pernikahan dalam budaya timur merupakan urusan keluarga (family matter) dan bukan urusan pribadi seperti di barat.
Tontonan ini malah lebih seperti remake reality show Katakan Cinta. Dalam acara ini juga terdapat beberapa kejanggalan. Seperti saat kru sudah tahu bahwa si cewek sedang jalan dengan cowok lain. Tapi, mereka tidak menginformasikanya pada si cowok. Alhasil keributan kecil terjadi ketika ia sampai di sana. Tidak masuk akal juga jika si cewek tidak menuntut Marry Me karena perselingkuhanya diliput. Apakah ia tidak malu pada keluarga atau tetangganya?
Sinetron Indonesia dari masa ke masa selalu menyuguhkan tokoh super baik yang tertindas beserta bumbu kaya-miskinya. Pola ini terus diulang dan tetap sukses sampai sekarang. Ini sudah jadi bagian kebudayaan kita bangsa Indonesia. Seperti yang ditulis Prof. Ng Aik Kwang dalam bukunya “Why Asians Are Less Creative Than Westerners”. Orang Asia (termasuk Indonesia) lebih menghargai banyaknya kekayaan ketimbang cara mendapatkanya.
Tidak heran bila banyak masyarakat kita menyukai cerita-cerita orang miskin mendadak jutawan—karena dapat harta karun atau menikah dengan orang kaya. Sinetron juga identik dengan gaya hidup konsumtif dan perilaku bullying. Sinetron remaja Putih Abu Abu sempat mengernyitkan dahi saya. Acara yang penuh dengan romantisme yang agak menjurus. Mendadak berubah jadi tayangan relijius di bulan puasa. Di mana konsistensinya?
Berbeda jauh dengan drama seri Korea. Sekalipun mereka adalah negara berteknologi tinggi. Tapi, dramanya tidak sama sekali menonjolkan pola hidup konsumtif dan gila gadget. Sebaliknya, cerita Korea penuh dengan pesan produktifitas. Semua orang berkerja keras, ada yang jadi editor majalah, koki, pembuat roti, sekretaris, pramusaji, penjaga kedai sayuran, loper koran, atau fotografer. Alur cerita dinamis yang diimbuhi perwatakan yang kuat. Sudah cukup membuat mereka mampu menguras emosi penontonya. Drama Indonesia sebenarnya punya latar belakang pekerjaan juga. Tapi itu cuma di awal—sebagai perkenalan—selanjutnya konfliklah yang lebih ditonjolkan.
Percobaan Semasa Sekolah
            Perilaku khas remaja ditimbulkan oleh faktor internal dan eksternal. Emosi tinggi, dorongan seksual yang kuat, tuntutan untuk memenuhi tugas perkembangan, kebutuhan untuk diterima teman sebaya, pengaruh pergaulan, dan hasil pola asuhan. Semua berpadu membentuk pribadi dan pola pikir remaja. Pada awalnya anak muda memandang dunia sesuai kebutuhan dan keinginanya. Lalu sejalan dengan kedewasaan, persepsi itu makin realistis.
Pola asuhan adalah modal awal individu untuk menapaki dunia. Orang yang di masa kecilnya selalu dimanjakan, akan sering frustasi karena ternyata dunia tidak bisa dirubah seenaknya. Contohnya seperti teman SMA saya sudah tiga kali pindah sekolah. Dia tidak pindah karena ada kasus. Tapi, karena ingin mencari tempat di mana ia bebas berbuat sesuka hati. Ternyata, tidak ada satupun tempat yang tidak punya aturan—seperti yang ia harapkan.
Pada masa remaja, individu menolak campur tangan orang lain dalam penyelsaian masalah. Mereka hanya butuh masukan—seperti yang dilakukan teman sebaya—dan bukan intervensi. Anak muda tidak memiliki pengalaman dalam menyelsaikan masalah. Sebab sewaktu kecil semua masalah mereka diatasi oleh orang tua. Remaja cenderung mengandalkan emosi yang labil dan pendapat lingkungan dalam menyelsaikan masalah.
Anak kecil akan berani mengeksplorasi sekitar hanya bila diawasi orang tua. Sering terlihat pada anak yang dibawa orang tuanya ke suatu tempat baru. Mereka hanya berani main di sekitar atau tidak jauh dari pengawasnya. Inilah yang (kemungkinan) menyebabkan banyak ABG membawa teman saat mereka pacaran. Karena secara tidak sadar sebenarnya mereka masih bergantung pada orang tua. Tapi, tidak ingin melibatkan mereka karena takut diintervensi.
Menurut pengamatan saya terdapat perbedaan tingkah laku antara cewek yang sudah pacaran dan yang belum. Cewek yang sudah pacaran cenderung lebih menjaga penampilan dan seperti selalu melakukan seleksi terhadap cowok. Cewek yang sudah pernah pacaran juga terbiasa untuk memberikan tanda pada cowok yang ia suka. Sementara cewek yang belum pernah pacaran cenderung lebih pasif dan sepenuhnya menunggu tanda dari cowok.
Pernah dibuktikan saat saya coba minta nomor cewek yang masih lugu. Karena kebetulan setelah itu HP saya dipinjam teman. Ia langsung saja merebutnya dan menghapus nomor tersebut—tanpa sepengetahuan saya. Saat ditanya, “Kenapa nomornya dihapus?” ia jawab “Tidak tahu”. Semenjak itulah ia mulai terdengar punya pacar dan terus menjaga penampilan. Saya jadi menyadari bahwa cewek membutuhkan pengakuan sosial sebelum percaya diri memulai pacaran.
Sinetron menunjukan bahwa punya pacar itu gampang. Tiap hari bisa jalan, sering ketemu di sekolah, obrolanya hidup, dan kisahnya pun mengasyikan. Bandingkan dengan dunia nyata! Ketimbang jalan tiap malam dan ketemu tiap hari. Kita lebih banyak berkubang di SMS dan telepon. Tapi jika memang sudah tahu begitu, kenapa cara pacaran masih saja meniru sinetron? Ada beberapa kemungkinan: (1) Kurangnya pengetahuan tentang lawan jenis sudah dianggap tercukupi oleh tayangan sinetron. Ini dikuatkan oleh penelitian yang mengatakan bahwa televisi menguasai 94% masuknya informasi ke otak. Secara umum manusia akan ingat 85% apa yang ditonton setelah tiga jam dan seterusnya jadi 65% setelah tiga hari kemudian. Lalu bagaimana jika sinetron tayang tiap hari? Berapa banyak hal yang diingat oleh masyarakat? Ditambah lagi banyak sinetron yang tidak melalui sensor dengan alasan kejar tayang; (2) Karena cowok tidak mau dicap pengecut. Butuh keberanian untuk mendekati cewek apalagi menjadikanya pacar. Namun, desakan tadi tidak diikuti oleh pengetahuan yang memadai. Ketimbang tanya teman dan ditertawakan. Cowok lebih sudi meniru sinetron.

Isi Kepala Anak Muda
Bayangkan sekarang rumah anda dan seisinya hancur terbawa banjir, yang tersisa hanya baju yang melekat di badan. Apa yang pertama kali anda cari? Cewek? Secara tidak sadar sebenarnya remaja selalu berpikir bahwa mereka sudah punya segalanya: rumah, kendaraan, HP, uang jajan, dst. Apa yang belum mereka punya? Pasti tidak akan dijawab “Masa depan”. Karena filsafatnya yang berbunyi “Hari ini untuk hari ini”. Maka, apapun yang bersifat kesenangan sesaat akan senantiasa jadi prioritas.
Fenomena ini bukanya diredam malah dikuatkan oleh tayangan media. Albert Bandura menyebut efek ini sebagai Inhibitory dan Disinhibitory Effects. Di mana Inhibitory berarti perilaku tertentu yang dinilai memalukan sehingga enggan diulangi oleh yang melihatnya. Sedangkan Disinhibitory merupakan efek yang menyebabkan orang tidak malu melakukan perbuatan yang dilihatnya. Sinetron menggambarkan keluar malam dengan cewek sebagai hal romantis—dan tidak melanggar adat. Maka, tentu saja perlahan akan terjadi pergeseran norma di masyarakat. Dari yang tadinya hanya boleh mengobrol di teras. Menjadi boleh keluar malam asalkan pulang sebelum jam sembilan.
Sinetron juga mengampanyekan bahwa hidup susah itu memalukan. Akibatnya anak muda pun terdorong untuk bermewah-mewahan. Ada yang coba jadi sosialita, menuntut minta dibelikan motor sport, selalu gonta-ganti gadget, serta ada pula yang gila barang bermerk. Semua dilakukan demi status sosial. Mereka tidak sadar bahwa selepas SMA teman-teman mereka akan bubar. Semua citra yang dibangun akan hilang. Inilah yang tidak dijelaskan dalam episode sinetron.

Related Posts:

Ekskul Seni Baca Quran Jalan-jalan Ke Sawah

Pak Ahmad Burdah dan semua pasukannya dari Ekskul Seni Baca Quran (SBQ) melaksanakan belajar SBQ di sawah dan sambil menikmati indahnya suasana sawah yang menghijau. Hal ini dilakukan, menurut beliau untuk merasakan kebesaran Allah SWT di alam dan menanamkan kecintaan kepada Al Quran untuk terus belajar mempelajarinya. Karena ciptaan Allah itu indah, maka disunnahkan untuk memperbagus suara dalam membaca Al-Quran.
"Senang sekali saya ikut ekskul ini. Saya bisa belajar membaca dengan suara indah, meskipun saya belum bisa sebagus suara pak Burdah. " ucap salah seorang peserta SBQ.
Dan berikut adalah foto-fotonya :

Pak Burdah berfoto bersama binaannya

Semangat terus belajar Al Quran

Nyaman ya di sawah...

Piece, deh....

Eh, kita mau kemana ya ?

Oooo. kita mau rihlah

Viueehhhh..... Mantap....!!!

Related Posts:

SDIT Wahdatul Ummah Metro Rebut 5 Juara di HUT Ambalan SMAN 3 Metro

Persiapan 2 pekan merupakan persiapan yang cukup singkat, padahal surat sudah masuk 3 pekan sebelumnya dikarenakan "lupa" tak disampaikan akhirnya mendadak untuk membahas dan mempersiapkannya. Inilah yang terjadi pada lomba Pramuka di HUT Ambalan SMA N 3 Metro yang digelar pada Ahad, 5 April 2015 se-Lampung baik dari tingkat Penggalang SD, SMP dan Penegak. Adapun cabang-cabang perlombaannya cukup banyak di antaranya :
  1. Halang ringtang untuk Penggalang SMP dan Penegak
  2. LCT untuk Penggalang SMP dan Penegak
  3. Pionering untuk Penggalang SD, SMP dan Penegak
  4. Senam Pramuka untuk Penggalang SD, SMP dan Penegak
  5. PBB untuk Penggalang SD, SMP dan Penegak
  6. Hasta Karya untuk Penggalang SD, SMP dan Penegak dan,
  7. Pidato Bahasa Inggris untuk Penggalang SD, SMP dan Penegak
Alhamdulillah, persiapan yang singkat diuber dengan waktu, bertabrakan dengan O2SN (yang juga menyabet juara ) dan  FLS2N, mid semester memberikan hasil yang menggembirakan. Pembina Gudep 04.021-04.022 Pangkalan SDIT Wahdatul Ummah Metro mengirimkan semua delegasi kecuali PBB dengan jumlah peserta 26 peserta dan pendamping 5 orang pembina.
Namun, ada hal yang lucu dan juga membuat kami bangga dan bersyukur atas karunia ini adalah LCT yang seharusnya untuk Penggalang SMP dan Penegak, kami mengirimkan juga demikian pula dengan Halang Rintang seharusnya untuk Penggalang SMP dan Penegak kami juga mengirim. Akhirnya, kami mengatakan kepada tim yang akan bertanding,
 " Adik-adik ! LCT dan Halang Rintang untuk SD tidak ada dan kita sudah mendaftar. Artinya, kita akan berhadapan dengan Penggalang SMP. Apakah adik-adik siap menghadapi ?"
" Siap, kak !! Sudah terlanjur, kita hadapi mereka !! Allohu Akbar !!" jawab mereka serentak.
Akhirnya, dengan perbekalan yang ada ( minimalis) pasukan ini berangkat untuk berjuang.
Setelah menanti, akhirnya pembagian hadiah diumumkan dan hasilnya sangat di luar dugaan, SDIT Wahdatul Ummah Metro menyabet juara berikut ini :
  1. Juara I Hasta Karya Penggalang SD di bawah bimbingan Kak Perwitasari, S.Pd.I
  2. Juara III Halang Rintang Putri Penggalang SMP di bawah bimbingan Kak Dwi Puji Astuti, S.Pd.I
  3. Juara II Halang Rintang Putri Penggalang SMP di bawah bimbingan Kak Dwi Puji Astuti, S.Pd.I
  4. Juara III Senam Pramuka Penggalang SD di bawah bimbingan Kak Eny Isnaini, A.Md
  5. Juara III Pionering Putri Penggalang SD di bawah bimbingan Kak Fitriyaningsih, S.Pd.I
Alhamdulillah, mereka memang luar biasa dan tentunya banyak sekali pengalaman yang mereka dapatkan serta pelajaran berharga untuk mereka. Bahkan, banyak kisah-kisah mereka terutama yang lomba Halang Rintang memiliki kisah yang mengharukan ( Klik di sini ).
Berikut adalah foto-fotonya :

Foto Bersama para peserta Lomba Pramuka

Foto Bersama para peserta Lomba Pramuka

Foto Bersama para peserta Lomba Pramuka

Foto Bersama para peserta Lomba Pramuka

Foto Bersama para peserta Lomba Pramuka

Akrab bersama para peserta

Foto Bersama para peserta Lomba Pramuka

Foto Bersama para peserta Lomba Pramuka

Foto Bersama para peserta Lomba Pramuka

Foto Bersama para peserta Lomba Pramuka

Foto Bersama para peserta Lomba Pramuka

Foto Bersama para peserta Lomba Pramuka

Foto Bersama para peserta Lomba Pramuka

Foto Bersama para peserta Lomba Pramuka

Foto Bersama para peserta Lomba Pramuka

Foto Bersama para peserta Lomba Pramuka

Related Posts: