Home » , » Berjuang Tak Kenal Henti

Berjuang Tak Kenal Henti

Written By Sdit WAHDATUL UMMAH on Selasa, 24 Maret 2015 | 20.57

Ilustrasi
Berjuang adalah berusaha menaklukkan hambatan di depan baik dari internal maupun eksternal.
Cerita Motivasi, itulah yang akan saya bahas dalam artikel kali ini dan pastinya bakalan meng inpirasi dan memotivasi kita juga, dengan mambaca sebuah cerita atau kisah inspirasi tentunya itu akan memberikan effek positif pada diri kita sendiri karena itu akan memberikan dorongan motivasi dan sekaligus juga hiburan namun hiburannya tidak hanya hiburan semata tetapi hiburan yang banyak akan manfaatnya.

Banyak cerita motivasi sukses seseorang yang dapat kamu baca dari buku-buku atau web/blog di internet salah satunya di blog saya ini, berikut adalah cerita motivasi yang penuh inspirasi dan pastinya bakalan mengubah hidup kamu tapi kalau punya niat untuk berubah sih kamunya hihihi.
Ibu : Sumber : http://rumah-kata-bijak.blogspot.com
Sutau pagi di sebuah perkampungan miskin. Tampak seseorang ibu dengan penuh semangat sedang membuat adonan untun membuat tempe, pekerjaan membuat dan menjual tempe telah di gelitu selama bertahun-tahun sepeninggal suaminya.

Saat membuat adonan, sesekali pikirannya menerawang pada sepucuk surat yang baru diterima dari putranya yang sedang menuntut ilmu di rantau orang. Dalam surat itu tertulis, "Bunda tercinta, dengat berat hati, ananda mohon maaf harus dikirim uang kuliah agar dapat mengikuti ujian akhir, Ananda mengerti bahwa bunda telah berkorban begitu banyak untuk saya. Ananda berharap secepatnya menyelesaikan tugas akhir agar bisa menggantikan bunda memikul tanggung jawab keluarga dan membahagiakan bunda. Teriring salam sayang dari anakmu yang jauh. "

Dua haru lagi adalah hari pasaran, biasanya tempe hasli buatan si ibu di bawa ke pasar untuk dijual. Kali ini, tempe yang dibuat dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya, dengan harapan mendapatkan lebih banyak uang sehingga bisa mengirim ke anaknya.

Sehari menjelang hari pasar, hari dan pikiran si ibu panik karena tempe buatannya tidak jadi, entah karena konsentrasi yang tidak penuh atau porsi tempe yang dibuat melebihi biasanya. Kemudian si ibu pun sibuk berdoa dengan khusu di sela-sela waktu yang tersisa menjelang keberangkatannya ke pasar, memohon kepada Tuhan diberi kemukjizatan agar tempenya siap dijual dalam keadaan jadi. Tetapi sampai tibanya dia di pasar, tempenya tetap belum jadi

Sepanjang hari itu daganagan tidak laku terjual. Si ibu tertunduk sedih, matanya berkaca-kaca mambayangkan nasib anaknya yang bakal tidak bisa mengikuti ujian.

Saat hari pasar hampir usai para pedagang lain pun mulai meninggalkan pasar, tiba-tiba datang seorang ibu berjalan dengan tergesa-gesa,"Bu, saya nyari tempe yang belum jadi, dari tadi nggak ada, ibu tahu saya harus cari kemana :"
"Untuk apa tempe belum jadi kok dicari ?" Tanya si penjual heran
"Saya mau membeli untuk dikirim ke anak saya di luar kota, dia sedang ngidam tempe khas kota ini," kata ibu calon pembeli

Ibu penjual tempe mendengar kata-kata yang baru didengarnya, seakan tak percaya pada nasib baiknya, seoalah tangan Tuhan memberi kemurahan kepadanya. 
Akhirnya tempe dagangannya diborong habis tanpa sisa. Dia begitu senang. bersyukur dan menambah keyakinan bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan dari umatnua selama manusia itu sendiri tidak putus asa dan tetap berjuang.
Sumber : http://rumah-kata-bijak.blogspot.com
Kehidupan terus menerus berubah, Yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Apa pun yang kita tekuni, baik itu dunia bisnis, politik, jasa, atlit ataupun profesional dan bidang-bidang lainnya. Semua kondisi itu selalu dalam keadaan berubah terus menerus, demikian juga dengan kondisi sukses atau gagal yang kita alami hari ini, semuanya tidak tetap selalau berubah dari saat ke saat.
Kita ambil contoh : Jika hari ini kita mengalami kegagalan, bukan berarti besok tetap gagal, Asal tahu di mana letak kelemahan-kelemahan yang harus kita perbaiki, maka usaha kita selanjutnya memungkinkan untuk merubah kegagalan menjadi kesuksesan. Namun, kalau kita tidak berusaha untuk bangkit dari kegagalan, maka kondisi gagal akan semakin membawa kita keterpurukan, frustasi dan depresi, Yang pada akhirnya, hanya mempu menghibur diri sendiri dengan apats dan berkata; "Ya. . . .  kegagalanku ini emang sudah nasibku."

Pembaca yang luar biasa,
Lulu bagaimana dengan kondisi sukses yang kita miliki saat ini ? Apaka kondisi sukses ini juga berubah ? jawaban saya jelas: Pasti berubah! jin tian de cheng gong deng yu ming tian hai zai cheng gong


Kesuksesan yang telah kita raih hari ini, tidak berarti besok kita akan tetap sukses! Karena dalam kenyataannya, para pesaing kita, baik yang telah kita kenal, kita ketahui atau yang baru muncul dan tidak kita ketahui, mereka semua melakukan aktivitasnya dengan segenap kemampuan dan berbagai cara untuk mengembangkan usaha mereka secara maksimal. Kalau kesuksesan yang telah kita raih membuat kita manja, lengah dan angkuh, maka bisa di pastikan secara beramgsur angsur kita akan mengalami kemunduran, kenapa  bisa mundur ? Ya karena kondisi itu harus terus berubah, mempertahankan kesuksesan jauh lebih sulit dari pada menciptakannya, begitu kita menja, semanagat menjadi kendor.

Supaya kesuksesan yang telah kita raih berada di genggaman kita, kiita harus melakukan persiapan yang dibutuhkan dan sikap mental yang mau tetap belajar dalam memoles diri. Kita juga harus siap berjuang dengan lebih keras lagi, Hanya dengan cara seperti itu minimal kita tetap eksis dengan kesuksesan yang telah kita dapatkan dan maksimal kita akan meraih sukses yang lebih luar biasa!

Tentu idak menjadi berlebihan untuk selalu meninggalkan pada diri sendiri, bahwa :



KESUKSESAN HARI INI TIDAK BERARTI
BESOK KITA AKAN MERAIH SUKSES LAGI,
TANPA KESIAPAN DAN BERJUANG LEBIH KERAS,
MAKA KESUKSESAN SULIT KITA PERTAHANKAN!!
 
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Amar Fatkhalloh
Copyright © 2013. SDIT WAHDATUL UMMAH METRO - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by SDIT-WU Metro
Proudly powered by Tim IT SDIT Wahdatul Ummah Metro