Home » , , , » Kolaborasi Demonstrasi dan Mind Map dalam Proses Belajar Mengajar di Kelas

Kolaborasi Demonstrasi dan Mind Map dalam Proses Belajar Mengajar di Kelas

Written By Sdit WAHDATUL UMMAH on Selasa, 04 Maret 2014 | 09.36

Contoh : Mind Map
Teman-teman guru. Kemarin, saat ada guru PPKn izin maka saya masuk ke kelas 5 An-Naml. Hmm…. Waktu sudah menunjukkan 13.30 WIB. Suasana tentu cukup tidak efektif. Saya mulai berfikir sambil jalan menuju kelas. Saya masuk, dan basa basi. Menanyakan kabar, siapa yang tidak hadir dan memberikan applaus bagi yang hadir serta mendoakan bagi yang tidak hadir. Lalu saya menanyakan apa materinya PPKn hari ini. “Organisasi” jawab sebagaian mereka dengan lantang. Kemudian saya bertanya, apa itu organisasi ? Ada satu anak yang menjawab, “ Kumpulan orang untuk bekerjasama dengan peraturan tertentu untuk mencapai tujuan.” Kemudian saya meminta salah satu anak lagi untuk mengulangnya, dan dia cuman tersenyum nyengir.
Baiklah kalau begitu. Kemudian saya ambil spidol yang saya bawa, lalu saya membuat tulisan besar ORGANISASI dalam lingkaran di tengah papan tulis. Lalu sambil menerangkan kepada mereka devinisi, urgensi, alasan, ciri-ciri, macam-macam, struktur organisasi saya gambar dengan menggunakan metode Mind Mapping. Sembari menggambar saya meminta salah satunya untuk menjadi relawan di depan kelas. “ Silahkan angkat meja itu dengan jari telunjukmu.” “ Berat pak” jawab Hawari. “ OK, sekarang dengan lima jarimu !” Pinta saya. “ Bergerak sedikit pak” jawabnya. Baiklah sekarang dengan dua tanganmu. “ Bisa terangkat pak”. “ Sekarang angkat ia tinggi-tinggi !” Pinta saya lagi. “Waduh, gak kuat pak.” Jawabnya lagi. “ Deva, kemari nak. Bantu Hawari untuk mengangkat meja itu tinggi-tinggi.” Maka Deva yang kecil maju dan mengangkat meja itu bersama Hawari yang berbadan besar. Alhamdulillah meja terangkat. “ Berikan tepuk tangan untuk mereka” pinta saya.
Lalu saya tanyakan kepada mereka tentang, unsur-unsur, pengertian, urgensi berorganisasi maka mereka menjawab dengan baik. Akhirnya jam 14.10 WIB, saya akhiri pembelajaran dengan raut muka senang. 
Dan inilah sekilas Mind Maping yang telah saya buat mendadak di papan tulis lalu saya buat dengan Imind Map 6. ( Klik Buka )
Klik Here untuk melihat gambarnya



Dan berikut ini ada artikel yang bisa anda baca sebagai referensi : ( Klik Buka )

Berikut ada artikel yang bisa teman-teman baca :

Mind Map yang dibuat oleh Tony Buzan pada akhir tahun 60-an telah muncul sebagai jawaban yang paling ampuh untuk menjawab tantangan pada Era Kecerdasan (The Age of Intelligence). Bahkan Bill Gates mengatakan bahwa Mind Map merupakan The Thinking Tool for 21st Century.

Sedemikian pentingnya, maka saat ini berbagai organisasi pendidikan telah mengadopsi metode Mind Map sebagai Thinking Tool yang menggunakan semua kemampuan yang dimiliki oleh otak kiri dan otak kanan secara simultan – Whole Brain bagi seluruh siswanya mulai dari Pre-school hingga Kelas Eksekutif MBA.

Metode Mind Map yang dibuat oleh Tony Buzan ini juga telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap langkah organisasi. Mind Map yang mendasarkan pada 3 (tiga) pilar utama, yaitu Radiant Thinking, Key Words dan Whole Brain memungkinkan seseorang berpikir secara free-flow, kritis dan kreatif sehingga dapat digunakan untuk berbagai macam aktifitas dalam organisasi seperti : perencanaan (Planning), Note Taking/Making, pemecahan masalah (Problem Solving), Report Writing, curah-gagasan (Critical & Creative Thinking), Memorizing, presentasi (Presenting), and Revision.

Mind Map merupakan bentuk catatan yang bersifat grafikal yang memiliki struktur radian dimana dari sebuah pusat yang merupakan topik atau gagasan akan memancar berbagai informasi yang terkait ke segala arah dalam bentuk cabang-cabang utama yang disebut Basic Ordering Ideas – BOI. Di setiap cabang utama ada cabang-cabang yang merupakan sub-gagasan yang akan mengeksplorasi gagasan tersebut secara lebih mendalam. Pada setiap cabang terdapat pula sub-cabang yang secara terus menerus mengeksplorasi gagasan secara lebih mendalam lagi. Dengan demikian, Mind Map memiliki ruang lingkup yang sangat luas dan mendalam yang tidak dimiliki oleh pencatatan linier.

Mind Map membantu kita untuk menghemat waktu dalam membuat catatan. Ini terjadi karena Mind Map hanya menggunakan kata-kata yang mengandung informasi yang diperlukan untuk memahami suatu teks (naskah). Kata-kata tersebut yang kemudian kita kenal sebagai Key Words yang terdiri dari kata benda (Noun) dan kata kerja (Verb) serta sesekali kata sifat (Adjective) dan kata keterangan (Adverb). Umumnya, dalam suatu teks (naskah) jumlah kata-kata kunci ini hanya sekitar 10 – 20% dari seluruh kata yang ada. Sisanya yang 80 – 90% hanya berfungsi sebagai kata-kata penghubung dan pelengkap untuk membentuk kalimat.

Pencatatan linier yang kita kenal hingga saat ini ternyata hanya terdiri dari kata dan angka. Ini sangat berbeda dengan Mind Map yang terdiri dari simbol, gambar, warna dan kode disamping kata dan angka karena Mind Map memanfaatkan kedua belah otak yaitu otak kiri dan otak kanan – Whole Brain Note. Dengan adanya berbagai fungsi dari kedua belah otak tersebut maka proses untuk mengingat (remembering) dan memanggil kembali (recalling) akan jauh lebih mudah.

Keunggulan Mind Map dibandingkan pencatatan linier inilah yang akan membantu mengaktifkan otak, fokus kepada pokok bahasan, menunjukkan hubungan antara bagian-bagian informasi yang saling terpisah, memberi gambaran keseluruhan yang jelas dan terperinci mengenai suatu pokok bahasan serta dapat pula untuk memusatkan perhatian pada pokok bahasan yang akan membantu kita untuk mengalihkan suatu informasi dari ingatan jangka pendek (Short Term Memory) ke ingatan jangka panjang (Long Term Memory).

Keunggulan-keunggulan metode Mind Map tersebut telah dimanfaatkan oleh dunia pendidikan dalam membantu guru-guru mempersiapkan Proses Belajar Mengajar (PBM) di kelas. Manfaat tersebut antara lain :

Menghemat waktu persiapan bahan pelajaran
Mempersiapkan bahan pelajaran dalam bentuk Mind Map akan jauh lebih cepat dari pada menuliskannya serta memberi kemungkinan pengajar dan peserta ajar (siswa) dapat mengamati subyek sepanjang waktu.

Memudahkan perbaikan bahan pelajaran
Bahan pelajaran dalam bentuk Mind Map juga mudah untuk diperbaiki dari waktu ke waktu tanpa mengubah struktur dari bahan yang sudah ada sebelumnya. Dengan demikian, guru dapat melakukan tinjauan ulang secara keseluruhan dengan singkat dan cepat sebelum mulai mengajarkan suatu topik (materi) secara lebih detail. Oleh karenanya, Mind Map akan memicu perkembangan dari materi yang diajarkan dari tahun ke tahun karena berkembangnya pengetahuan dari pengajar.

Memudahkan pengorganisasian bahan pelajaran
Bahan pelajaran yang banyak dan sangat padat dapat dengan mudah diorganisasikan dengan mengurangi volume fisik dari catatan karena Mind Map hanya memuat kata-kata kuncinya saja.

Menyelaraskan penjelasan bahan belajar dengan waktu yang tersedia
Sebagai panduan untuk mengajar, Mind Map dapat membantu pengajar untuk mempertahankan keseimbangan antara spontanitas dalam berbicara dan mempresentasikan materi yang jelas dan terstruktur dengan baik. Di samping itu, Mind Map juga memungkinkan pengajar untuk mengendalikan waktu dengan akurat selama mengajar sehingga tidak akan pernah mengalami masalah kekurangan waktu yang sering dialami sebelumnya.

Membantu pemahaman siswa secara lebih mendalam
Berbeda dengan catatan linier, Mind Map tidak hanya menunjukkan fakta-fakta tetapi juga hubungan antara fakta-fakta tersebut sehingga pemahaman mengenai suatu subyek akan lebih mendalam.
Sumber : http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2009/11/manfaat-mind-map-dalam-proses-belajar.html 
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Amar Fatkhalloh
Copyright © 2013. SDIT WAHDATUL UMMAH METRO - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by SDIT-WU Metro
Proudly powered by Tim IT SDIT Wahdatul Ummah Metro