Ekskul Lukis : Mengembangkan Imajinasi


Imajinasi bisa dikembangkan dengan menggambar atau melukis. Kreatifitas juga akan muncul dengan sendirinya tatkala melukis. Inilah kecerdasan imaginatif visual.
Click for View
Sedang Mewarnai
Karya Ekskul Lukis Anak-anak
Karya Anak-anak Lukis
Karya : Fauziyah
Karya : Fauziyah
Karya : Fauziyah

disini anda meletakkan artikel / gambar atau terserah anda.

Related Posts:

Ekskul Tahfidz Al-Quran Wajib bagi Kelas 6

Tahfidz Al-Quran merupakan kegiatan dan mata pelajaran khusus yang diajarkan oleh SDIT Wahdatul Ummah Metro kepada peserta didiknya. Target 2 juz Al-Quran harus benar-benar tercapai bagi kelas 6 yang akan lulus. Al-hamdulillah sampai saat ini capaiannya cukup menggembirakan.

30 anak , sudah selesai 2 juz, dari 51 anak kelas 6, 18 anak,  2 juz kurang ( ada yang kurang 2 surat, 3 surat ), 3 anak, 1,5 juz yang karena pindahan .
Berikut beberapa foto yang diambil saat kegiatan ekskul tahfidz sebagai suplemen wajib.

Suasana Melancarkan Bacaan dalam Ekskul Tahfidz Al-Quran

Related Posts:

Kesempurnaan Seorang Guru




Sempurna, akan menjadi sebuah gelar yang membanggakan jika melekat dari seorang guru. Kesempurnaan seorang guru akan lebih memikat hati peserta didik. Tetapi sejatinya, di dalam benak mereka sudah tertanam sebuah anggapan, bahwa guru adalah makhluk yang sempurna. Dari setiap huruf, kata dan kalimat yang keluar dari guru sudah secara otomatis terekam di pikiran mereka bahwa semuanya itu harus benar dan sempurna. Bahkan gerak dari ujung kaki sampai ujung kepala seorang guru pun harus sempurna di hadapan mereka. Mereka tidak mau tahu apa dan bagaimana keadaan hati seorang guru. Yang mereka inginkan hanya kesempurnaan yang harus tampak saat berada di hadapan mereka.
Kesalahan kecil yang disengaja atau pun tidak sengaja, seketika akan menjadi senjata yang menghancurkan anggapan mereka terhadap kita. Berhati-hati dalam berkata dan bertindak, itulah yang harus selalu kita jaga. Karena sebagai seorang guru, kita adalah figur teladan bagi mereka.
Tetapi tidak bisa dipungkiri, terkadang perasaan untuk selalu tampil sempurna akan menjadi beban berat. Rasanya ingin segera meletakkannya. Berusaha untuk tampil sempurna, bahkan terkadang berpura-pura menjadi sempurna. Sungguh membuat tertekan. Padahal jika kita dapat menerima semua kekurangan kita, tidak ada satupun yang dapat lagi menggunakannya untuk menjatuhkan kita. Tetapi tuntutan sempurna yang terkadang memenjarakan pikiran kita.
Sesekali saat semua terasa membosankan dan menyakitkan, ingin rasanya segera berlari dan berpindah ke zona yang lebih nyaman dan aman dari masalah. Saat itu yang ada di dalam pikiran hanyalah sebuh ketidakadilan. Guru juga seorang manusia yang memiliki hati dan perasaan. Guru bukan peri yang serba bisa. Guru juga bukan malaikat yang tidak pernah melakukan kesalahan.
Saling mengerti dan saling berbagi. Mengerjakan semuanya dengan cinta. Ikhlas dan terus bersyukur dengan apa yang ada. Itu semua kunci untuk tetap bisa terus bertahan. Memperjuangkan dan menjalani semuanya agar bisa sampai ke titik yang diinginkan. Memegang amanah untuk bisa menanamkan karakter positif  pada setiap generasi Rabbani. Amanah yang sudah ada di tangan tidak bisa begitu saja dilepaskan hanya karena sebuah tuntutan kesempurnaan.
Semoga dengan cinta dan kasih sayang yang ikhlas dapat menjadikan kita, sebagai guru yang terus menuju kesempurnaan, bisa selalu bertahan memperjuangkan keberhasilan mereka, anak- anak yang diamanahkan kepada kita.
Suatu saat mereka akan mengerti arti sebuah ketulusan kita. Walau terkadang kita sulit menunjukan cinta kepada mereka. Mungkin dengan cinta yang ikhlas akan menutupi kekurangan kita dan melengkapi kesempurnaan pada diri kita. Ada sebuah papatah kuno,
Palu Menghancurkan Kaca, Tetapi Palu Membentuk Baja

Palu adalah tantangan yang muncul di depan kita saat menuju kesempurnaan. Jika mental kita seperti kaca, maka akan mudah hancur. Tatapi jika mental kita adalah baja maka, baja akan berubah menjadi benda yang akan banyak digunakan orang.
Jadi, tetap semangat untuk guru yang terus menuju kesempurnan. Kita jalani semuanya dengan cinta dan keikhlasan. Semoga dengan cinta dan keikhlasan kita mereka akan menjadi anak-anak yang hebat di waktu yang akan datang.
Karena sesungguhnya hanya ada satu keinginan kita sebagai guru. Anak-anak kita menjadi generasi Rabbani yang dapat membanggakan semua orang yang ada disekelilingnya, terutama ayah dan bundanya. Saat mereka mencapai keberhasilannya, kita hanya bisa bersyukur di dalam hati kita. 
>>>>>> Perwita Sari, S.Pd.I ( Guru Kelas 2 As-Syams ) <<<<<<<<<

Related Posts:

Kolaborasi Demonstrasi dan Mind Map dalam Proses Belajar Mengajar di Kelas

Contoh : Mind Map
Teman-teman guru. Kemarin, saat ada guru PPKn izin maka saya masuk ke kelas 5 An-Naml. Hmm…. Waktu sudah menunjukkan 13.30 WIB. Suasana tentu cukup tidak efektif. Saya mulai berfikir sambil jalan menuju kelas. Saya masuk, dan basa basi. Menanyakan kabar, siapa yang tidak hadir dan memberikan applaus bagi yang hadir serta mendoakan bagi yang tidak hadir. Lalu saya menanyakan apa materinya PPKn hari ini. “Organisasi” jawab sebagaian mereka dengan lantang. Kemudian saya bertanya, apa itu organisasi ? Ada satu anak yang menjawab, “ Kumpulan orang untuk bekerjasama dengan peraturan tertentu untuk mencapai tujuan.” Kemudian saya meminta salah satu anak lagi untuk mengulangnya, dan dia cuman tersenyum nyengir.
Baiklah kalau begitu. Kemudian saya ambil spidol yang saya bawa, lalu saya membuat tulisan besar ORGANISASI dalam lingkaran di tengah papan tulis. Lalu sambil menerangkan kepada mereka devinisi, urgensi, alasan, ciri-ciri, macam-macam, struktur organisasi saya gambar dengan menggunakan metode Mind Mapping. Sembari menggambar saya meminta salah satunya untuk menjadi relawan di depan kelas. “ Silahkan angkat meja itu dengan jari telunjukmu.” “ Berat pak” jawab Hawari. “ OK, sekarang dengan lima jarimu !” Pinta saya. “ Bergerak sedikit pak” jawabnya. Baiklah sekarang dengan dua tanganmu. “ Bisa terangkat pak”. “ Sekarang angkat ia tinggi-tinggi !” Pinta saya lagi. “Waduh, gak kuat pak.” Jawabnya lagi. “ Deva, kemari nak. Bantu Hawari untuk mengangkat meja itu tinggi-tinggi.” Maka Deva yang kecil maju dan mengangkat meja itu bersama Hawari yang berbadan besar. Alhamdulillah meja terangkat. “ Berikan tepuk tangan untuk mereka” pinta saya.
Lalu saya tanyakan kepada mereka tentang, unsur-unsur, pengertian, urgensi berorganisasi maka mereka menjawab dengan baik. Akhirnya jam 14.10 WIB, saya akhiri pembelajaran dengan raut muka senang. 
Dan inilah sekilas Mind Maping yang telah saya buat mendadak di papan tulis lalu saya buat dengan Imind Map 6. ( Klik Buka )
Klik Here untuk melihat gambarnya



Dan berikut ini ada artikel yang bisa anda baca sebagai referensi : ( Klik Buka )

Berikut ada artikel yang bisa teman-teman baca :

Mind Map yang dibuat oleh Tony Buzan pada akhir tahun 60-an telah muncul sebagai jawaban yang paling ampuh untuk menjawab tantangan pada Era Kecerdasan (The Age of Intelligence). Bahkan Bill Gates mengatakan bahwa Mind Map merupakan The Thinking Tool for 21st Century.

Sedemikian pentingnya, maka saat ini berbagai organisasi pendidikan telah mengadopsi metode Mind Map sebagai Thinking Tool yang menggunakan semua kemampuan yang dimiliki oleh otak kiri dan otak kanan secara simultan – Whole Brain bagi seluruh siswanya mulai dari Pre-school hingga Kelas Eksekutif MBA.

Metode Mind Map yang dibuat oleh Tony Buzan ini juga telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap langkah organisasi. Mind Map yang mendasarkan pada 3 (tiga) pilar utama, yaitu Radiant Thinking, Key Words dan Whole Brain memungkinkan seseorang berpikir secara free-flow, kritis dan kreatif sehingga dapat digunakan untuk berbagai macam aktifitas dalam organisasi seperti : perencanaan (Planning), Note Taking/Making, pemecahan masalah (Problem Solving), Report Writing, curah-gagasan (Critical & Creative Thinking), Memorizing, presentasi (Presenting), and Revision.

Mind Map merupakan bentuk catatan yang bersifat grafikal yang memiliki struktur radian dimana dari sebuah pusat yang merupakan topik atau gagasan akan memancar berbagai informasi yang terkait ke segala arah dalam bentuk cabang-cabang utama yang disebut Basic Ordering Ideas – BOI. Di setiap cabang utama ada cabang-cabang yang merupakan sub-gagasan yang akan mengeksplorasi gagasan tersebut secara lebih mendalam. Pada setiap cabang terdapat pula sub-cabang yang secara terus menerus mengeksplorasi gagasan secara lebih mendalam lagi. Dengan demikian, Mind Map memiliki ruang lingkup yang sangat luas dan mendalam yang tidak dimiliki oleh pencatatan linier.

Mind Map membantu kita untuk menghemat waktu dalam membuat catatan. Ini terjadi karena Mind Map hanya menggunakan kata-kata yang mengandung informasi yang diperlukan untuk memahami suatu teks (naskah). Kata-kata tersebut yang kemudian kita kenal sebagai Key Words yang terdiri dari kata benda (Noun) dan kata kerja (Verb) serta sesekali kata sifat (Adjective) dan kata keterangan (Adverb). Umumnya, dalam suatu teks (naskah) jumlah kata-kata kunci ini hanya sekitar 10 – 20% dari seluruh kata yang ada. Sisanya yang 80 – 90% hanya berfungsi sebagai kata-kata penghubung dan pelengkap untuk membentuk kalimat.

Pencatatan linier yang kita kenal hingga saat ini ternyata hanya terdiri dari kata dan angka. Ini sangat berbeda dengan Mind Map yang terdiri dari simbol, gambar, warna dan kode disamping kata dan angka karena Mind Map memanfaatkan kedua belah otak yaitu otak kiri dan otak kanan – Whole Brain Note. Dengan adanya berbagai fungsi dari kedua belah otak tersebut maka proses untuk mengingat (remembering) dan memanggil kembali (recalling) akan jauh lebih mudah.

Keunggulan Mind Map dibandingkan pencatatan linier inilah yang akan membantu mengaktifkan otak, fokus kepada pokok bahasan, menunjukkan hubungan antara bagian-bagian informasi yang saling terpisah, memberi gambaran keseluruhan yang jelas dan terperinci mengenai suatu pokok bahasan serta dapat pula untuk memusatkan perhatian pada pokok bahasan yang akan membantu kita untuk mengalihkan suatu informasi dari ingatan jangka pendek (Short Term Memory) ke ingatan jangka panjang (Long Term Memory).

Keunggulan-keunggulan metode Mind Map tersebut telah dimanfaatkan oleh dunia pendidikan dalam membantu guru-guru mempersiapkan Proses Belajar Mengajar (PBM) di kelas. Manfaat tersebut antara lain :

Menghemat waktu persiapan bahan pelajaran
Mempersiapkan bahan pelajaran dalam bentuk Mind Map akan jauh lebih cepat dari pada menuliskannya serta memberi kemungkinan pengajar dan peserta ajar (siswa) dapat mengamati subyek sepanjang waktu.

Memudahkan perbaikan bahan pelajaran
Bahan pelajaran dalam bentuk Mind Map juga mudah untuk diperbaiki dari waktu ke waktu tanpa mengubah struktur dari bahan yang sudah ada sebelumnya. Dengan demikian, guru dapat melakukan tinjauan ulang secara keseluruhan dengan singkat dan cepat sebelum mulai mengajarkan suatu topik (materi) secara lebih detail. Oleh karenanya, Mind Map akan memicu perkembangan dari materi yang diajarkan dari tahun ke tahun karena berkembangnya pengetahuan dari pengajar.

Memudahkan pengorganisasian bahan pelajaran
Bahan pelajaran yang banyak dan sangat padat dapat dengan mudah diorganisasikan dengan mengurangi volume fisik dari catatan karena Mind Map hanya memuat kata-kata kuncinya saja.

Menyelaraskan penjelasan bahan belajar dengan waktu yang tersedia
Sebagai panduan untuk mengajar, Mind Map dapat membantu pengajar untuk mempertahankan keseimbangan antara spontanitas dalam berbicara dan mempresentasikan materi yang jelas dan terstruktur dengan baik. Di samping itu, Mind Map juga memungkinkan pengajar untuk mengendalikan waktu dengan akurat selama mengajar sehingga tidak akan pernah mengalami masalah kekurangan waktu yang sering dialami sebelumnya.

Membantu pemahaman siswa secara lebih mendalam
Berbeda dengan catatan linier, Mind Map tidak hanya menunjukkan fakta-fakta tetapi juga hubungan antara fakta-fakta tersebut sehingga pemahaman mengenai suatu subyek akan lebih mendalam.
Sumber : http://antoniusmaryadi.blogspot.com/2009/11/manfaat-mind-map-dalam-proses-belajar.html 

Related Posts:

Membentuk Karakter dengan Alam Sekitar

 
Belajar di alam terbuka merupakan sebuah metode alternatif untuk menyampaikan materi-materi yang tidak dapat disampaikan di dalam kelas. Alam adalah laboratorium besar yang bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendidik anak. “Dengan pendekatan active learning, kami mengajak anak mengenal alam sekitar sejak dini. Mereka bisa bereksperimen dan bermain melalui persentuhannya dengan alam. Semua materi yang ingin disampaikan, kami tuangkan dalam satu bentuk pendidikan yang menyenangkan,” ujarnya.
Jadi anak tidak hanya berdiskusi saja tetapi dengan pelaksanaannya secara nyata. Mereka akan lebih memahami dibandingkan hanya melihat gambar. “Belajar dengan menggunakan alam sebagai media, dapat menumbuhkan bakat mereka yang terpendam. Selain itu, hubungan interaksi langsung antara guru dengan muridnya akan menimbulkan suatu relasi yang positif dalam pembentukan karakter. Seperti menumbuhkan jiwa pemberani, memupuk rasa percaya diri, dan pantang menyerah. Sekolah tidak lagi menjadi beban tetapi sebuah sumber kegembiraan dan semangat mereka untuk belajar,” terangnya.
Outbond merupakan salah satu proses pembelajaran untuk membentuk karakter anak. mengenalkan anak bahwa alam adalah sahabat yang menjadi teman kita hidup. artinya, kita harus menjadikannya sahabat sepanjang hayat.
Berikut ini adalah beberapa mengenalkan siswa kepada alam sekitar. Silahkan klik Tombol Buka untuk melihat kegiatannya :
Terima kasih sudah membaca . Tinggalkan komentar anda !

Related Posts: