Tim Ekskul Futsal SDIT Wahdatul Ummah Metro

Tim Futsal SDIT Wahdatul Ummah Metro
 Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan.

Futsal dipopulerkan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania. ( http://id.wikipedia.org/wiki/Futsal )

SDIT Wahdatul Ummah Metro sebagai salah satu entitas bangsa ini yang bergerak di bidang pendidikan juga tidak meninggalkan sisi olahraganya. Oleh karena itu, Futsal merupakan olah raga yang sangat disenangi oleh siswa-siswa SDIT Wahdatul Ummah Metro. Setiap hari pasti ada yang bermain. Bahkan beberapa kali tim Futsal SDIT Wahdatul Ummah Metro meraih juara I, juara II dan pernah juga juara III.

Ekskul atau kegiatan Ekstrakurikuler Futsal yang dikomandoi oleh pak Slamet Mulyono ini selalu dan aktif melakukan kegiatan latihan Futsal.
=======================================================================
Anda sedang membaca artikel dan berita tentang kegiatan ekstrakurikuler Futsal yang menjadi jagoan dari
SDIT Wahdatul Ummah Metro. Jika anda ingin mengcopas berita ini, maka silahkan gratis dengan mencantumkan sumbernya. Link sumbernya sebagai berikut : http://sdit-wahdatulummah.blogspot.com/2013/09/tim-ekskul-futsal-sdit-wahdatul-ummah.html. Terima kasih. Salam Hangat dari kami SDIT Wahdatul Ummah Metro.
=======================================================================

Related Posts:

Mencuci Alat Makan Minum Sendiri


Mencuci alat makan sendiri bagi sebagaian anak mungkin hal yang baru atau hal yang belum biasa. Namun, jika dipikir mencuci alat makan dan minum sendiri adalah hal semestinya. Mencuci alat makan minum sendiri memerlukan skill yang nantinya akan menjadi life skill selama hidupnya.

Tak heran, jika anak yang sejak kecil dimanja dimana semua kebutuhan hidupnya dipenuhi oleh orang lain atau dilakukan oleh orang lain saat ia menginjak dewasa dia tidak tau cara melakukan mencuci alat makan minum sendiri.

Oleh karena itu, karena mencuci itu adalah life skill maka, di SDIT Wahdatul Ummah Metro memberikan keteladanan dan keterampilan bagi peserta didiknya kelas satu (1) untuk mencuci alat makan minumnya sendiri dalam kegiatan yang dibingkai dengan Life Skill.

Mencuci alat makan minum tidak hanya dilakukan di sekolah saja saat latihan, tetapi harus dilakukan secara mandiri dan terevaluasi dilakukan di rumah masing-masing dengan pengawasan orang tua atau wali.

" Hal ini sangat penting dilakukan, karena seusia anak-anak (kelas 1) mereka membutuhkan skill yang sederhana namun bermanfaat selama hidupnya " kata bu Sri Haryani, S.Pd koordinator Life Skill kelas 1 saat acara Life Skill Sabtu lalu.

Berikut ini beberapa foto yang diambil saat mereka siap-siap mencuci alat makan minumnya secara antrian :
Menunggu Giliran

Mencuci ......


Antrian Dong..... :-)

Suasana Saat Akan melaksanakan Mencuci Alat Makan Minum Sendiri

=======================================================================
Anda sedang membaca artikel dan berita tentang kegiatan Life Skill Kelas 1 yang dilaksanakan oleh SDIT
Wahdatul Ummah Metro Setiap Sabtu. Anda boleh mengcopas berita ini dengan tetap mencantumkan link
sumbernya. Link Sumbernya berikut ini : http://sdit-wahdatulummah.blogspot.com/2013/09/mencuci-alat-makan-minum-sendiri.html. Terima Kasih. Salam Sukses dari SDIT Wahdatul Ummah Metro.
=======================================================================

Related Posts:

Kasihan Deh Lu?

Ilustrasi : Emang Enak ?
Kisah ini terjadi beberapa waktu yang lalu, di perpustakaan SDIT Wahdatul Ummah Metro yang juga berfungsi multi bisa jadi kantor kepala sekolah, bendahara, TU, guru lesehan, tempat rapat, tempat baca, tempat curhatan guru dan wali murid.

Seorang wali murid (ibu-ibu) menghadap saya dan mendiskusikan tentang putrinya yang sudah kelas 4, namun setiap hari Jumat, dimana hari ini dilaksanakan kegiatan ekskul Mentoring Keislaman dan Pramuka SIT anak(putri) beliau selalu menangis. Alasannya adalah pertama, memiliki penyakit magh. Namun, terang sang bunda, hal itu bisa disiasati. Yang beliau inginkan adalah munculnya optimisme dari diri sang putri dan rasa tanggungjawab serta rasa kemandirian yang tinggi. Nah, hal ini belum muncul di pribadi sang putri sebut saja namanya Putri Zafira.

Menurut sang Bunda, sejak kelas 1 dan kelas 2 sang putri memang selalu minta ditungguin oleh sang Bunda saat sekolah. Dia tidak mau ditinggalkan di sekolah. Bahkan, sang Bunda sudah berkali-kali membujuk, melatihnya bahkan sempat dibawa ke orang pintar.

Setelah beliau bercerita panjang lebar, maka saya sebagai Kepala Sekolah sekaligus Kamabigus menyarankan agar Kakak Pembina Putrinya ( Yaitu kak Fitri dan Kak Eni ) untuk mendekati dan mensharekan hal ini kepada sang Putri.

Akhir dari diskusi ini, datanglah sang Putri ke perpustakaan tempat kami mengobrol asik. Saat itu sang bunda mengajak sang Putri untuk pamitan. Bunda berkata, " Putri, ayok pulang. Salim dulu dengan pak Amar". Maka sang Putri pun mendekati saya, dan saya menyodorkan tangan, diapun menyodorkan tangan kanannya, tapi kemudian dia menarik kembali dan berucap , " Eh, bukan muhrim ".

Sontak saya menarik tangan saya dan berjingkrak, " Oiya...ya.... bukan muhrim". 
Sang Putri dan Bunda tersenyum sambil ngeloyor pergi meninggalkan perpustakaan. Tiba-tiba, datang seorang guru wanita yang menyaksikan kejadian tadi dari teras perpustakaan dan berucap, " Emang Enak digituin". 

Tanpa pikir panjang saya menjawab, " Nah, itulah bukti didikan para ibu-ibu gurunya. Mantap !" SAmbing jempol kanan saya acungkan sambil tertawa.

Luar biasa, itulah sedikit hasil didikan para asatidzah kami di SDIT Wahdatul Ummah Metro tentang berjabatan tangan dengan non muhrim. Kami sudah memberlakukan hal ini saat mereka usia kelas 4. Dilarang berjabatan tangan dengan nonmuhrimnya meskipun guru sendiri.[ Amar ]

==================================================================
Anda Sedang membaca artikel Kasihan Deh Lu ? yang merupakan kisah nyata yang dipoles dengan tutur kata penulis. Jika anda ingin mengcopas artikel ini, dengan senang hati kami mempersilahkannya dengan catatan tetap mencantumkan asal linknya dengan alamat URL : " http://sdit-wahdatulummah.blogspot.com/2013/09/kasihan-deh-lu.html ". Terima kasih.
==================================================================

Related Posts:

Upacara Bendera Hari Senin


Upacara Setiap Senin pagi, merupakan kegiatan wajib bagi sekolah-sekolah di negeri ini. Kegiatan yang merupakan rutinitas itu, seharusnya bukan sekedar rutinitas saja hanya untuk menggugurkan kewajiban, tetapi seharusnya menjadi lahan untuk melakukan pembinaan secara massal.
Upacara merupakan salah satu cara juga untuk mengormati para pahlawan yang telah memerdekakan negeri ini dari tangan penjajah. Demikian pula mendidik kita untuk meningkatkan disiplin dalam setiap kegiatan. Berikut ini galery foto-foto kegiatan Upacara Bendera Hari Senin.
Click for View







Foto-foto Upacara Bendera Hari Senin Pagi SDIT Wahdatul Ummah Metro
disini anda meletakkan artikel / gambar atau terserah anda.

Anda Sedang Membaca Berita Upacara Bendera Hari Senin yang merupakan agenda pekanan SDIT Wahdatul Ummah Metro. Anda boleh mengcopy berita ini dengan catatan mencantumkan sumber berita linknya di : http://sdit-wahdatulummah.blogspot.com/2013/09/upacara-bendera-hari-senin.html. Gratis ndak usah membayar demi kemajuan pendidikan Indonesia yang lebih baik dan berkarakter. Terima kasih.

Related Posts:

Life Skill : Memasang Kancing Baju



Menurut definisi World Health Organization (WHO), life skills atau ketrampilan hidup adalah kemampuan untuk berperilaku yang adaptif dan positif yang membuat seseorang dapat menyelesaikan kebutuhan dan tantangan sehari-hari dengan efektif. Definisi itu adalah menurut World Health Organization (WHO).

Bagi SDIT Wahdatul Ummah Metro, Life Skill merupakan skill yang harus dimiliki oleh peserta didiknya. Life skill tidak begitu saja dimiliki oleh anak-anak tanpa latihan yang terevaluasi. Tidak banyak anak yang seusia kelas 1,2 dan 3 yang belum mandiri atau belum bisa melayani dirinya sendiri apalagi melayani orang lain.

Karenanya, dalam rangka memfasilitasi dan membantu peserta didik agar mampu dan “minimal” memiliki kecakapan hidup dalam melayani dirinya sendiri, orang lain dan membuat sesuatu yang bernilai ekonomis maka SDIT Wahdatul Ummah Metro memiliki program pengembangan diri khusus kelas 1, 2 dan 3. Adapun pelaksanaanya adalah dilaksanakan sekali tiap pekan setiap hari Sabtu, selama 70 menit sampai 90 menit. Adapun jenisnya adalah :

Kelas 1 dengan life skill berupa “ Melayani Diri Sendiri”
Kelas 2 dengan life skill berupa “ Melayani Orang Lain “
Kelas 3 dengan life skill berupa “ Memanfaatkan Alam untuk Menghasilkan sesuatu yang Ekonomis”

Berikut adalah galery kegiatan life skill kelas 3 yang dilaksanakan pekan lalu :




Senang Memasang Kancing Baju Sendiri

 ======================================================================
Anda sedang membaca artikel Life Skill : Memasang Kancing Baju yang merupakan kegiatan andalan SDIT Wahdatul Ummah Metro. Anda boleh mengcopy artikel atau berita ini dengan mencantumkan link asalnya dengan alamat di : http://sdit-wahdatulummah.blogspot.com/2013/09/life-skill-memasang-kancing-baju.html. Terima Kasih.

Related Posts:

SOP : Takhsin TAkhfidz Al-Quran


SOP GURU TAHSIN/TAHFIDZ

Untuk guru Tahsin/tahfidz kelas 1, 2 dan 3 :

  1.  Menuliskan maksimal 3 ayat pendek untuk ditulis peserta didik dan dibimbing oleh guru dalam membacanya.
  2. Pastikan peserta didik menulis semua dengan benar dan bagus bentuk tulisannya. Dikumpul ke guru dan diberikan penilaian. ( bentuk penilaian diserahkan ke guru )
  3. Peserta didik dibimbing membaca bersama-sama (klasikal) dan menunjuk beberapa peserta didik untuk menjadi wakil. ( Cara menunjuk diserahkan ke guru )
  4. Pastikan semua peserta didik menghafal ayat yang ditulis di papan tulis, untuk distorkan kepada guru.
  5. Saat semua peserta didik menghafal, maka guru meminta kepada peserta didik untuk membaca Cahayanya dan maju kepada gurunya yang telah ditentukan.(sesuai kelompoknya masing-masing)
  6. Guru meminta kartu bacaan peserta didik dan melihat sampai dimana peserta didik tersebut untuk kemudian menyimaknya dengan baik tanpa terlelap.
  7. Guru memastikan semua peserta didik sudah setoran hafalan dan disimak tahsin Cahanya dengan diberi nilai dan paraf dari guru mapel.
  8. Mengulang kembali ayat yang baru saja diberikan secara klasikal dan memastikan semua peserta didik hafal dengan cara memilih salah satu peserta didik untuk melafalkan tanpa membaca di papan tulis.


Metro, September 2013
Kepala SDIT Wahdatul Ummah Metro


                                                                                               Amar Fatkhalloh, S.Pd.I

Related Posts:

Profil : Olimpiade Matematika


 
PROFIL OLIMPIADE SAINS BIDANG MATEMATIKA 
SDIT WAHDATUL UMMAH
Oleh: ENDAH ISNAINTRI, S.Pd 
PENDAHULUAN 
Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi hingga saat ini telah mengantarkan umat manusia ke era kompetisi global di berbagai bidang kehidupan. Situasi demikian menuntut kita agar segera berbenah diri dan sekaligus menyusun langkah nyata guna menyongsong masa depan. Langkah utama yang harus dipikirkan dan direalisasikan adalah bagaimana kita menyiapkan sumber daya manusia yang berkarakter kuat, kokoh, tahan uji serta memiliki kemampuan yang handal di bidangnya.
Upaya tersebut harus ditempuh dengan merealisasikan pendidikan yang berorientasi pada bagaimana peserta didik mampu berkreasi memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu,paradigma pendidikan yang mengedepankan peningkatan daya nalar, kreativitas serta berpikir kritis harus diaplikasikan dalam setiap pengembangan ke depan.
Salah satu arah kebijakan program pembangunan pendidikan nasional dalam bidang pendidikan adalah mengembangkan kualitas sumber daya manusia sedini mungkin secara terarah, terpadu dan menyuluruh melalui berbagai usaha proaktif dan reaktif oleh seluruh komponen bangsa agar generasi muda dapat berkembang secara optimal.
Misi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem dan iklim pendidikan nasional yang demokratis dan bermutu guna memperteguh akhlak mulia,kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisiplin serta mengguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
Mutu sumber daya manusia suatu bangsa tergantung pada mutu pendidikan. Dengan berbagi strategi, peningkatan mutu Pendidikan diarahkan untuk menungkatkan mutu siswa dalam penguasaan ilmu pengetahuan dasar, penguasaan bahasa asing dan penanaman sikap serta perilaku yang mencerminkan budi pekerti. 
 Era global memberikan inspirasi positif dalam masyarakat Indonesia, sebagai bagian dari masyarakat internasional, bahwa masa depan Indonesia sangat memerlukan kemampuan kompetitif di kalangan pelajar untuk bersaing secara sehat dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pemerintah telah menetapkan pembangunan pendidikan menjadi salah satu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014. Sebagai instrumen penting dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya, kebijakan pembangunan pendidikan diarahkan untuk membentuk insan Indonesia yang cerdas komprehensif melalui upaya peningkatan ketersediaan, keterjangkauan, kualitas dan relevansi,kesetaraan dan kepastian memperoleh layanan pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.
Dalam rangka peningkatan mutu dan relevansi pendidikan, kebijakan dan program pembangunan pendidikan diarahkan untuk mampu menjawab tantangan perikehidupan bangsa yang semakin besar dan semakin penting maknanya manakala kita menyadari tantangan pembangunan sumber daya manusia Indonesia pada saat ini semakin besar seiring dengan tuntuntan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik di tengah situasi global yang demikian cepat berubah.
Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan secara konsisten setiap tahun sejak tahun 2002 menyelenggarakan OLIMPIADE SAINS NASIONAL (OSN) sebagai salah satu bentuk sarana untuk aktualisasi para peserta didik SD, SMP, SMA, PKLK Dikdas, PKLK Dikmen dan Guru SMP dan SMA dalam menampilkan hasil belajar-mengajar di kelas sekaligus menumbuhkembangkan semangat berkompetisi dan tradisi berprestasi baik di tingkat nasional maupun level internasional. Kegiatan OSN kini juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mendorong akselerasi kebangkitan bangsa dalam menyiapkan Generasi Emas 100 Tahun Indonesia Merdeka.
Unsur guru memegang peranan penting untuk menyukseskan kegiatan ini. Hal ini sangat  penting, mengingat peran guru sangat strategis dan kunci untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas melalui pembinaan dan kegiatan yang mendukung lainnya. 
Karena banyak silahkan klik di sini untuk membacanya lebih lanjut dan mendownloadnya di sini.
Demikian Profil : Olimpiade Matematika SDIT Wahdatul Ummah Metro yang dikomandoi oleh Bu Endah Isnaintri, S.Pd yang juga guru Matematika. 

Siapa saja boleh mengambil artikel dan profile  ini dengan catatan dengan mencantumkan sumbernya yaitu dengan link : http://sdit-wahdatulummah.blogspot.com/2013/09/profil-olimpiade-matematika.html

Related Posts:

Profil : Ekskul Tahffid Al-Quran


Ilustrasi :Menghafal Al-Quran
 “Tabarakalladziy bi yadihil mulku… Tabarakalladziy bi yadihil mulku…. Tabarakalladziy bi yadihil mulku”. Arya mengulang –ulang ayat pertama surat Al Mulk. Di wajahnya tampak kesungguhan dan semangat untuk menghafal. Teman – temannya yang lain di sekitarnya juga sedang sibuk mempersiapkan hafalannya untuk disetorkan ke pembina mereka.
Begitulah sekelumit kegiatan ekstrakurikuler Tahfizh SDIT Wahdatul Ummah Metro. Tahun 2013 ini ekskul  ini berada pada tahun kedua. Walau baru setahun lebih,ekskul ini banyak diminati oleh para siswa. Mereka adalah para siswa yang mempunyai cita-cita menjadi hafizh, penghafal Qur’an.

Ayat inilah yang menjadi dasar didirikannya ekskul tahfizh ini. Di samping itu , SDIT Wahdatul UmmahMetro,ingin memiliki hafizh-hafizh andalan.Adapun pembina ekskul ini adalah Pak Adri Yusro,Pak Syarifudin,Bu Latifah dan Bu Lina. Mereka adalah para hafizh dan hafizhah yang mumpuni di bidangnya.
Visi dari ekskul tahfizh ini adalah terciptanya generasi yang mampu menghafal dan menjaga Qur’an. Jika kebanyakan orang beranggapan menghafal qur’an itu berat,di ekskul inilah kesan itu dihilangkan,karena konsep pembelajarannya berusaha menyatu dengan alam. Maksudnya, siswa tidak terpaku harus menghafal di dalam kelas. Mereka dipersilakan untuk menghafal di alam terbuka. Berbagai games menarik pun diterapkan untuk menghapus kebosanan.
Demikian sekilas profil kegiatan ekstrakurikuler Tahkfid Al-Quran di SDIT Wahdatul Ummah Metro,mudah-mudahan bermanfaat. 
Anda boleh mengcopy artikel/informasi Profil : Ekskul Tahfidz Al-Quran ini dengan mencantumkan alamat linknya berikut ini, "http://sdit-wahdatulummah.blogspot.com/2013/09/profil-ekskul-tahffid-al-quran.html ".

Related Posts: