Home » , , » Kuda Troya itu UN

Kuda Troya itu UN

Written By Sdit WAHDATUL UMMAH on Jumat, 12 April 2013 | 00.40

3,224 179  juta siswa akan mengikuti ujian nasional (UN) tahun 2013. Untuk tingkat SMA/MA/SMK akan berlangsung 15-18 April. 20 paket adalah perbedaan tampilan UN dibanding UN  tahun-tahun sebelumnya. Tiap siswa akan mengerjakan soal berbeda, tak perlu cari kunci jawaban atau saling menyontek. UN 2013 akan membuat siswa lebih berkonsentreasi mengerjakan soal sendiri.
(Kompas. 6 April 2013)
Berita terakhir tentang Ujan Nasional (UN)2013 di Kompas sangatlah mendebarkan, berita bergambar itu menampilkan siswa kelas III SMA di Jkarta Timur sedang mengikuti terapi Emotional Freedom Technic. Terapi itu dilakukan untuk menghilangkan stres para siswa menjelang ujian (11/4). Di koran yang sama juga menampilkan berita bergambar siswa SMK di Jakarta mengikuti latihan ujian nasional yang dilakukan secara serentak 43.000 siswa se Jakarta.

Beberapa penjelasan dari berita tentang Ujian nasional 2013 seperti ditampilkan Kompas (4/4), Soal Ujian nasional Kategori Sulit Ditambah . Isi pemberitaaanyya menyinggung kalau kategori soal tahun ini jauh lebih sulit 10 persen dibandingkan tahun lalu. Karena itu, komposisi soal ujian menjadi 20 persen soal kategori silit., 70 persen soal sedang, dan 10 persen soal mudah.
Salah satu upaya untuk mencegah kebocoran ujian nasional, soal diberikan kode bar. Kode ini berfungsui untuk mencegah kebocoran ujian nasional karena kode bar soal satu paket dengan lembar jawaban. “jadi siswa harus memulai ujian dengan menyobek lembar jawaban dari lembar soal. Lembar jawaban tidak akan bisa diproses jika jika bukan dari paket lembal soalnya,” kata menteri Pendidikan dan Kebudayan Mohammad Nuh. Kode bar, kata Nuh, juga akan memudahkan untuk melacak sumber soal dan tempat percetakannya jikaterjadi kebocoran.(Kompas 8/4).
Diskusi tentang  kecurangan dalam Ujian Nasional diadakan di Kampus  Institut Tekonologi Bandung (ITB). Para dosen ITB memberikan komentar tentang ujian nasional; Acep Iwan Saidi, dosen Fakultas Seni Rupa Desain ITB, Yasraf Amir Piliang, Nia Pontoh, dan Iwan Pranoto. Di tempat terpisah pendapat juga bermunculan dari Zoemrotin K Susilo, psikolog anak Silmi  Kamiliah Rusman.
Kita masih mengingat sosok Muhammad Abrarary Pulungan(14), siswa SD kelas VI(dulu) yang melaporkan kecurangan Un tahun 2011 di SD Negeri 06 Petang Pesangggrahan, jakarta Selatan. Para dosen dan pakar di atas berpendapat , aroma ketidakjujuran masih terus berlangsung di lingkungan pendidikan. Bahkan kebiasaan buruk ini terus tubuh secara struktur. Lihat saja perilaku guru yang “terjebak” harus membantu dan membiarkan siswa untuk melakukan ketidakjujuran.
Orang tua juga nenjadi jembatan perilakuku ketidakjujuran ini terjadi. Lihat saja kalau para orang tua lebih dominan mengharapkan anaknya mendapat hasil nilai tinggi hingga punya peringkat. Padahal, tidak kalah penting justru pembelajaran atau proses memahami ilmu pengetahuan.
Nah, kalau siswa tumbuh di lingkungan tidakjujur karena baik guru, kepala sekolah, maupun orang tua, justru membiarkan atau menutup mata jka erjadi kecurangan. Padahal, satu sisi pemerintah dan kita semua sudah dan terus sedang mencanangkan pendidikan karakter. Kini, dengan cara apa lagi yang bisa memberi bekal untuk menepis budaya yang keliru itu? Coba simak Meutia Htta, Anggota dewan Pertimbangan Presiden Bidang kebudayaan dan pendidikan yang mendorong agar setiap daerah di Indonesia agar mengembangkan pendidikan karakter. (Kompas 5/4).

Sumber : http://edukasi.kompasiana.com/2013/04/12/kuda-troya-ujian-nasional-2013--550343.html
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Amar Fatkhalloh
Copyright © 2013. SDIT WAHDATUL UMMAH METRO - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by SDIT-WU Metro
Proudly powered by Tim IT SDIT Wahdatul Ummah Metro