Home » , » Dampak Menakuti Anak

Dampak Menakuti Anak

Written By Sdit WAHDATUL UMMAH on Jumat, 12 April 2013 | 18.30

Ketika anak menangis dan dengan segala upaya orang tua berusaha untuk menenangkannya, apalagi ketika sedang berada ditengah-tengah keramaian orang, kita sering melihat orang tua mengatakan kepada si anak : ”Eh, sudah diam, kalo masih nangis nanti ayah panggil pak polisi lo…” atau “Kalo kamu nangis terus, ayah panggil pak dokter ya, biar disuntik, kamu mau disuntik ?” Anak tersebut akhirnya memang berhenti menangis atau merengek dan menuruti kita tetapi bukan karena menuruti permintaan kita dari hatinya tetapi karena takut dengan pak polisi atau dokter yang digambarkan oleh orang tuanya.

Dengan pernyataan ancaman atau menakut-nakuti seperti itu, sebenarnya kita telah menanamkan rasa tidak suka atau benci pada institusi atau orang atau profesi atau pihak yang kita sebutkan. Anak akan tidak suka atau takut dengan figur dokter/polisi. Pernyataan mengancam/menakuti akan semakin dipahami anak sebagai kebohongan orang tua seiring perjalanan tumbuh kembang anak.
Sebaiknya berkatalah jujur dan berikan pengertian dan penjelasan kepada anak seperti kita memberi pengertian kepada orang dewasa karena sesungguhnya anak-anak juga mampu berpikir layaknya orang dewasa. Jika anak minta dibelikan permen katakan padanya akibat yang dapat ditimbulkan pada gigi dari pemanis buatan itu misalnya "Adek lupa ya, kemaren giginya sakitkan ? Ayo coba, kenapa ? Karena makan permen kan ? Emangnya adek mau gak bisa tidur dan makan seperti kemaren karena sakit gigi ?". Jika anak tetap memaksa, katakanlah dengan penuh pengertian dan tataplah matanya, “Kamu boleh menangis, tapi ayah tetap tidak akan membelikan permen.” Biarkan anak kita yang memaksa tadi menangis hingga diam dengan sendirinya. Jangan mudah menyerah. Jika berada ditengah keramaian, tidak usah khawatir, toh kita sedang didalam proses mendidik anak kita, jika kiranya khawatir mengganggu ketenangan orang lain, cobalah menyingkir ketempat yang agak sepi.~

Semilir hati (disadur dari buku 37 kebiasaan orang tua yang menghasilkan perilaku buruk pada anak)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Amar Fatkhalloh
Copyright © 2013. SDIT WAHDATUL UMMAH METRO - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by SDIT-WU Metro
Proudly powered by Tim IT SDIT Wahdatul Ummah Metro