Home » , » 4 Pilar Keberhasilan

4 Pilar Keberhasilan

Written By Sdit WAHDATUL UMMAH on Selasa, 16 April 2013 | 00.08



Ujian Nasional segera menjelang. Berbagai persiapan sudah sedang dipersiapkan. Ibarat pertempuran besar telah ada di depan mata. Dalam cerita pewayangan disebut Perang Brontoyudo. Perang yang menentukan siapakah yang akan menjadi juara dalam laga besar itu. Menjadi pemenang dengan sportif dan kesatria. Menjadi The Best of Winner , menjadi The True Fighter , Sang Petarung Sejati. Petarung yang diakui oleh siapa saja karena kemampuannya yang luar biasa mampu mengalahkan siapa saja dengan segala kemampuan yang ia miliki dalam segala keterbatasan yang dimilikinya. Ia mampu mengeluarkan Ajian Pamungkasnya di saat-saat kritis dengan menyerahkan semuanya kepada Sang Pemilik Kekuatan, Pemilik Jagad Raya ini. Sehingga, kemenangannya di medan pertempuran, bukanlah 100% hasil keringatnya an sich tetapi ada campur tangan Sang Maha Dahsyat, Pemberi Kehidupan, Kesuksesan dan Kematian.

Seorang tokoh legendaris dari Mesir, yang syahid di usia 42 tahunnya di tangan pistol tentara bayaran pemerintahan Gamal Abdul Nasher, Hasan Al-Banna dalam risalahnya yang mendunia menyebutkan satu pesannya khusus untuk para pemuda yang ingin menggapai kesuksesan. Beliau menyebutkan dalam ungkapannya, “ Sesungguhnya, sebuah pemikiran akan sukses manakala keimanan (keyakinan) kepadanya kuat, tersedia keikhlasan di jalannya, semangat untuk memperjuangkannya semakin bertambah, dan ada kesiapan untuk berkorban serta beramal dalam mewujudkannya… “.
Dari ungkapan beliau tersebut dapat kita pahami bahwa, untuk mewujudkan sebuah harapan, mimpi, cita-cita, goals, visi ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi melalui proses yang panjang dengan ditopang dengan pilar-pilar yang tidak boleh tidak harus ada dan terus ada dalam diri seseorang yang memiliki harapan untuk sukses tersebut. Adapun pilar-pilar yang menjadi sebab suksesnya sebuah harapan atau cita-cita adalah sebagai berikut :
Keimanan (Keyakinan, Iman ), Mimpi, harapan, visi, cita-cita tidak akan pernah menghunjam dalam dan terasa nikmat tanpa adanya sebuah keyakinan bahwa cita-cita itu adalah milikku. Milikku yang akan aku wujudkan dengan segala kemampuan yang kumiliki. Apa gunanya bercita-cita sedangkan kita tidak yakin untuk mencapainya. Jika tanpa keyakinan yang dalam, maka bukanlah mimpi tapi sekedar hayalan belaka. Keimanan, di sini adalah keyakinan bahwa semuanya akan tercapai dengan bantuan dan campur tangan Allah SWT. Inilah yang menjadi landasan pertama bagi pera pejuang sejati. Para pendahulu kita telah menunjukkan secara reali kepada kita, betapa keyakinan yang dalam akan memberikan semangat yang luar biasa.
Semangat, Cita-cita sudah di tangan. Tapi tiada semangat untuk mewujudkan. Maka jawabnya hanya satu, “ Mimpi Kalee “.  Dalam medan pertempuran, tanpa semangat yang membakar tidak mungkin akan mampu memberikan rasa takut dan gentar kepada musuh-musuhnya. Bagaimana Jendral Sudirman dalam sakitnya terus memimpin pertempuran. Bagaimana Abdullah Bin Salam yang buta, memaksa Nabi untuk mengijinkan beliau ikut dalam barisan para pejuang.
Berusaha dan Rela Berkorban,Berusaha adalah jalan mencapai kesuksesan, karena Kesuksesan itu 1% nya adalah kecerdasan dan 99% nya adalah keringat. Tentu, dalam berusaha haruslah secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan di dunia dan di akhirat. Berusaha, identik dengan berkorban. Tiada mungkin, sebuah mimpi, cita-cita akan terwujud tanpa adanya pengorbanan di sana. Karena orang-orang sukses, semuanya melalui usaha dan pengorbanan yang tidak sedikit. Berkorban, adalah hal yang mesti harus dilakukan. Meluangkan waktu untuk mengulang pelajaran, membaca buku, membaca Al-Quran, sholat dhuha, sholat tahajud, berdzikir pagi dan petang adalah bentuk-bentuk pengorbanan waktu. Adapun pengorbanan harta dapat berupa infak dan sedekah.
IKHLAS, Terakhir, Ikhlas. Ikhlas adalah masalah hati. Semua amal tergantung pada niat awalnya. Artinya, UN bukanlah diniatkan sekedar untuk mengejar nilai bagus dan lulus atau sekedar untuk mengejar pekerjaan kelak. Lebih dari itu ! Tetapi, semuanya biarlah Allah SWT yang menilainya, semauNYA. Sehingga dengan demikian, keikhlasan ini akan mengantarkan kepada kita untuk merendahkan diri di hadapan Allah SWT, karenan memang diri kita ini tiada kekuatan sama sekali. Dan ikhlas ini adalah proses membersihkan hati dari sikap-sikap yang tidak terpuji. Wajarlah Allah SWT dalam An-Nashr, ayat menyebutkan, “ Dan sucikanlah Tuhanmu, Bertahmid (berterimakasihlah), dan mintalah ampunan. “ Ayat ini mengingatkan kepada kita bahwa semuanya, sumber-sumber kekuatan, sumber-sumber kemenangan berasal dari Allah SWT.
Itulah 4 pilar syarat yang harus dipenuhi tatkala kita ingin menggapai keinginan kita. Apatah anda adalah seorang guru, pelajar, pedagang dan apapun profesi anda. Mudah-mudahan bermanfaat. Amin.
Salam SUKSES !
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Amar Fatkhalloh
Copyright © 2013. SDIT WAHDATUL UMMAH METRO - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by SDIT-WU Metro
Proudly powered by Tim IT SDIT Wahdatul Ummah Metro