Perkemahan dan Pelantikan Penggalang Ramu


Salam Pramuka !!
Sabtu, 21 Desember 2013 setelah orang tua mengambil raport putra putri mereka maka gilirannya untuk mengantarkan putra-putrinya ke stadion Tejosari Metro Timur untuk mengikuti kegiatan Perkemahan Sabtu Ahad Senin (Persanin) yang dilaksanakan oleh Satuan Komunitas (SAKO) Pramuka Sekolah Islam Terpadu (Pramuka SIT) Gudep Sholehuddin Al-Ayyubi 04.021-04.022 SDIT Wahdatul Ummah Metro.


Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memupuk dan meningkatkan karakter kedisiplinan, kemandirian, bertanggungjawab, kerjasama dalam tim, keberanian, kepatuhan dan karakter-karakter lainnya yang terdapat dalam Dhasa Dharma dan Tri Satya. Yang terpenting adalah seluruh peserta mampu hidup dengan ala kadarnya sehingga membuat mereka lebih mandiri dan prihatin, bisa merasakan saudara-saudara yang lain yang tidak memiliki kehidupan layak
Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini diikuti oleh 150 peserta penggalang kelas 4 dan 5 baik putra dan putri dengan pembina pendamping 15 orang. Kegiatan perkemahan ini sangat dinanti-nanti oleh semua peserta dan menjadi agenda rutin tahunan SDIT Wahdatul Ummah Metro.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan berbagai aktivitas diantaranya tekpram, outbond, pentas seni, penjelajahan, orientasi medan, senam bersama, sandi-sandi, sholat tahajud, menghafal quran dan sebagainya. Pada dasarnya semua peserta senang dan menikmati kegiatan ini dan terlihat senyum mereka merekah semua. Meskipun diguyur hujan seharian penuh tetapi semangat mereka tetap menyala. Bahkan, ada beberapa peserta yang terpaksa pulang karena tidak kuat dengan cuaca yang ekstrim.
Di akhir kegiatan yang ditutup langsung oleh Kamabigus SDIT Wahdatul Ummah Metro, bapak Amar Fatkhalloh, S.Pd.I pada Senin, 23 Desember 2013 sekaligus pelantikan bagi penggalang yang telah mencukupi Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) Penggalang Ramu. Kemudian dibagikan hadiah bagi peserta dan regu yang mendapatkan juara. Alhamdulillah, semua regu kebagian hadiah.

Terima kasih kepada semua peserta, orang tua dan seluruh kakak-kakak pembina dan pendamping pembina yang telah menyukseskan kegiatan ini. 
Semoga bermanfaat !!!
Allohu Akbar !!
Salam Pramuka !





Related Posts:

Lagi : Juara Pentas PAI Kota Metro

Ikut dalam Pentas PAI Kantor Departemen Agama Kota Metro 2013, SDIT Wahdatul Ummah Metro mengirimkan delegasi mewakili Metro Timur :
1. Lomba Cerdas Tangkas
2. Tilawah Al-Quran
3. Tahfidz Al-Quran
4. Pidato

Dan Al hamdulillah menggondol piala lima buah di event :
1. Lomba Cerdas Tangkas, juara I
2. Tilawah Al-Quran, juara II
3. Tahfidz Al-Quran, Juara I dan II
4. Pidato, Juara III


Related Posts:

Hijrah : Perubahan itu Pasti




HIJRAH, adalah kata yang cukup mewakili kata perubahan, dinamis dan movement. Hijrah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, sekitar 15 abad yang lalu bukanlah sekedar rekreasi, treveling atau studi tour Cuma-Cuma tanpa ada kesan mendalam dan ibrah yang bisa dijadikan pelajaran bagi manusia. Namun, hijrah 15 abad yang lalu adalah salah satu tahapan proses seorang guru besar dan agung untuk membentuk sebuah peradaban besar tak terkalahkan sampai saat ini dengan segala keagungan karakter mulia yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat yang mulia.
Menanamkan keyakinan yang dalam sehingga menancap ke dalam bumi, mengurat nadi, mengalir ke seluruh aliran darah dan merasuk ke sel-sel tubuh adalah aktivitas yang sangat menguras waktu dan tenaga. 10 atau 11 tahun Nabi Muhammad SAW menanamkan keyakinan itu dalam jiwa para sahabat beliau. Hasilnya, sungguh luar biasa ! Pribadi-pribadi tangguh penghuni syurga tak ada gantinya di jaman ini. Karakter-karakter pahlawan nyata yang sangat jauh berbeda dengan karakter para pahlawan-pahlawan fiksi semisal Spiderman, Batman dan Superman.
Pembentukan dan membangun peradaban besar di Madinah juga tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun, hal itu sudah dimulai sejak kedatangan utusan pertama Islam ke Madinah, Mushab bin Umair yang menyiapkan kaum Anshor, kaum yang rela menolong dan berjihad bersama Nabi Muhammad SAW. Peradaban besar itu dibangun di atas keyakinan yang kokoh dalam jiwa kaum muslimin yang dibentuk selama 11 tahun dan bangunan peradaban itu dibangun selama 10 tahun. Sungguh menakjubkan ! Luar biasa !
Lalu, apa hubungannya dengan seorang guru ? Adakah hubungannya ? Inilah yang akan kita jawab dalam bingkai seorang pendidik atau guru yang sudah kita ambil sebagai sebuah profesi !
Di paragrap awal saya menuliskan kata guru bagi Nabi Muhammad SAW yang membentuk karakter manusia-manusia syurga ! Ya, sekali lagi manusia syurga ! Murid-murid beraroma  dan benar-benar penghuni syurga ! Murid-murid yang namanya membius semua manusia karena akhlaknya ! Murid-murid yang tidak akan pernah muncul lagi di zaman ini !
Itulah proses pendidikan ilahiyah baik secara langsung maupun tidak langsung yang dilakukan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya Muhammad SAW dan dari Muhammad SAW kepada para murid-muridnya ( baca : sahabat ). Apa sesungguhnya yang beliau lakukan  dalam mendidik murid-muridnya ? Ah, banyak sekali tentunya, saya sarankan anda membaca buku Sirah Nabawiyah, Manhaj Haraki dan sebagainya.
Konteks hijrah tentunya sangat luas maknanya. Jika hijrah pada saat itu adalah hijrah secara  wadag, maka saat ini tentunya kedua-duanya. Baik secara wadag maupun secara keyakinan dan paradigma. Seorang guru harus memiliki karakter dinamis, karena guru, saya dan anda adalah bagian terkecil dari macrocosmos yang luas ini. Macrocosmos yang tidak stagnan tapi selalu dinamis dan dinamis selalu bergerak, mengembang, tumbuh. Karena diam berarti mati !
Guru biasa adalah guru yang hanya mampu mentransfer knowledge saja kepada peserta didiknya. Guru baik adalah yang hanya mampu memberikan keteladanan saja, tetapi guru inspiratif adalah guru yang mampu memberikan inspirasi besar bagi kehidupan peserta didiknya. Guru menjadi digugu dan ditiru. Guru menjadi role model. Guru menjadi trend setter. Guru menjadi rujukan peserta didiknya.
Hijrah yang perlu dilakukan pertama kali oleh seorang guru adalah, menghijrahkan pola fikirnya. Cara berfikirnya. Paradigmanya. Ini adalah pekerjaan yang berat ! Sekali lagi, pekerjaan ini adalah pekerjaan yang amat berat sekali untuk dilaksanakan ! Tidak semua guru bisa melakukannya. Namun, dari sinilah perubahan itu dimulai. Merubah paradigma adalah starting point. Titik tolah menuju perubahan yang lain. Paradigma inilah yang dibentuk oleh Nabi Muhammad SAW selama 10 tahun di Makkah. Mungkinkah, seorang guru mampu menjadi guru yang luar biasa jika baru mengajar dengan jam terbang satu, dua, tiga, lima tahun ?
Perubahan paradigma di sini adalah yang pertama niat. Menjadikan profesi mengajar sebagai proses ibadah yang akan dipertanggungjawabkan kelak di Yaumil Hisab. Kedua, merubah paradigma sabar menjadi syukur. Bersyukurlah dengan peserta didik kita yang beraneka ragam karakter yang dimiliki. Bersyukur, bersama meraka kita selalu ingat kepada Allah SWT. Kita selalu memacu diri untuk lebih kreatif agar apa yang akan disampaikan benar-benar menghunjam ke relung hati dan fikiran mereka sedalam-dalamnya dan tidak akan lupa selama-lamanya, dengan kata lain menempel kuat pada alam bawah sadarnya. Ketiga, terbuka dengan segala masukan dari orang lain. Tidak selamanya seorang guru itu benar. Mungkin, ia akan merasa benar dan benar jika secara subjektif ia melihat dirinya dan tiada yang melihat dan mengkritiknya. Terbuka dengan kritik yang membangun adalah karakter guru yang inspiratif. Dan keempat, menanamkan keyakinan bisa dan bisa dalam berbagai kondisi baik lapang maupun sempit. Sikap survival yang ditunjukkan Nabi Muhammad SAW saat hijrah haruslah dicontoh oleh guru. Guru harus mampu berkreasi, bertahan hidup dengan terpaan ujian berbagai karakter peserta didik yang membuatnya pusing tujuh keliling. Kelima, merubah paradigma dari ada anak nakal, ada anak bodoh, mbandel dan biang kerok menjadi semua anak itu spesial, mereka membutuhkan penanganan spesial sesuai spesialisasi yang dimiliki mereka. Yang terakhir adalah, menanamkan keyakinan yang sangat dalam kepada Allah SWT bahwa Dialah satu-satunya tempat bertumpu. Satu-satunya Dzat yang memberikan kekuatan, Dzat yang membolak-balikkan hati manusia, Dzat yang memberikan keselamatan dan kebahagiaan. Apapun yang dialami, maka kembalikan kepada Allah SWT semata. Bergantung kepada Allah SWT adalah puncak keimanan, karena semuanya ada di tangan Allah SWT. Jika bergantung kepada manusia atau kepada makhluk-Nya maka sama dengan membelenggu diri sendiri.
Jadi, marilah kita hijrah dengan mengawalinya dari hijrahnya paradigma kita. Meskipun berat, namun ini adalah langkah awal menuju kesuksesan yang besar. Tidak ada orang berlari tanpa satu langkah terlebih dahulu. Artinya, melangkah di awal itu adalah paling berat, namun dengan keyakinan, maka langkah pertama itu terasa menyenangkan dan menggairahkan. Berubahnya paradigma, akan membawa kepada perubahan bentuk aksi. Dan perubahan bentuk aksi/amal akan merubah kepada kebiasaan, dan kebiasaan menjadi karakter !

Related Posts:

Mabit (Malam Bina Iman dan Takwa )


Definisi Mabit
Mabit adalah salah satu sarana tarbiyah (wasa’ilut tarbiyah). Secara bahasa, mabit berarti bermalam. Istilah yang sangat masyhur kita dapati pada salah satu rangkaian ibadah haji yaitu mabit di Mina.
Dalam terminologi dakwah dan tarbiyah, mabit adalah adalah salah satu sarana tarbiyah untuk membina ruhiyah, melembutkan hati, membersihkan jiwa, dan membiasakan fisik untuk beribadah (khususnya shalat tahajjud, dzikir, tadabbur dan tafakkur). Untuk memudahkan memahami definisi ini, biasanya mabit dijadikan akronim dari MAlam Bina Iman dan Taqwa.
Sebagai bentuk pendidikan karakter keislaman, maka sebulan sekali SDIT Wahdatul Ummah Metro melalui bidang Pembinaan Keislaman selalu mengadakan kegiatan MABIT atau Malam Bina Iman dan Taqwa khusus bagi mereka yang ikhwan atau putra kelas 4,5 dan 6.
KEgiatan ini dilakukan pada hari Sabtu malam Ahad, 9 - 10 Nopember 2013 di Masjid Wahdatul Ummah Metro. Kegiatan yang dimulai dari jam 17.00 sampai dengan 06.30 pagi. Ragam kegiatannya adalah sebagai berikut :
1. Sholat berjamaah dan Sholat Tahajud
2. Tilawah Al-Quran minimal 1 juz
3. Dzikir Al-Ma'tsurat petang dan pagi
4. Tausiyah
5. Malam Siap Siaga
6. Riyadhoh atau Olahraga
Kegiatan yang diikuti oleh 120 peserta ini berjalan dengan baik dan diakhiri dengan perang tanding antar kelompok mentoring dalam laga FUTSAL.
Pada pukul 03.00 dinihari, semua peserta dibangunkan dengan suara sirene. Mereka bergegas berlari ke halaman masjid dan berbaris dengan rapi. Yang datang telat mendapat hadiah berupa banding dan istighfar. Kemudian mereka melaksanakan ibadah sholat tajahud berjamaah dengan imam Ustadz Adri Yusro.
Pada pukul 20.30 - 22.00 peserta diwajibkan membaca Al Quran sampai dengan minimal 1 juz. Untuk kemudian istirahat tidur.
Tausiyah yang disampaikan langsung oleh Kepala SDIT Wahdatul Ummah Metro, Amar Fatkhalloh berlangsung meriah dengan mengambil materi ibrah amalan-amalan di bulan Syura atau Muharram dalam rangka memperbaiki kinerja diri dan banyak instropeksi diri.
Berikut adalah foto-fotonya :





































berikut salah satu clip videonya :

Related Posts: